- Brasil menurunkan starting XI tertua di fase gugur Piala Dunia sejak 2006, tetapi tetap mampu bangkit mengalahkan Jepang 2-1.
- Bruno Guimarães mengoleksi empat assist dan menjadi pemain Brasil dengan assist terbanyak kedua dalam satu edisi Piala Dunia setelah Pelé.
- Jepang kembali gagal melewati fase gugur Piala Dunia setelah menelan kekalahan kelima secara beruntun di babak knockout.
Ia hanya terpaut 11 hari dari rekor milik Bebeto yang mencetak gol pada usia 34 tahun 137 hari di Piala Dunia 1998.
Pengalaman para pemain senior terbukti menjadi pembeda ketika Brasil menghadapi tekanan dari Jepang.
Kutukan Jepang di Fase Gugur Berlanjut
Di sisi lain, Jepang kembali harus menerima kenyataan pahit di fase gugur Piala Dunia.
Kekalahan dari Brasil memperpanjang rekor buruk Samurai Biru yang belum pernah sekalipun lolos dari babak knockout.
Sejauh ini, Jepang telah lima kali tampil di fase gugur Piala Dunia dan seluruhnya berakhir dengan kekalahan.
Kegagalan mempertahankan keunggulan setelah sempat unggul lewat gol Kaishu Sano menunjukkan bahwa aspek mental masih menjadi pekerjaan rumah bagi wakil Asia tersebut.
Brasil Putus Tren Buruk
Kemenangan atas Jepang juga memperlihatkan ketahanan mental Brasil yang sempat dipertanyakan dalam beberapa edisi terakhir.
Berdasarkan catatan Opta, ini menjadi kemenangan kedua Brasil dalam sembilan pertandingan Piala Dunia saat mereka lebih dulu tertinggal.
Sebelumnya, Brasil terakhir kali mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal ketika menghadapi Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia 2014.
Keberhasilan memutus tren negatif itu menjadi modal berharga bagi Brasil menjelang babak 16 besar.
Kini, publik sepak bola menantikan apakah strategi Carlo Ancelotti yang memadukan pengalaman para pemain senior dengan energi pemain muda mampu membawa Selecao meraih gelar juara dunia keenam.
