Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum

Arief Apriadi

Rabu, 01 Juli 2026 | 10:01 WIB
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
Justin Kluivert menjadi korban rasisme usai Belanda kalah dari Maroko di Piala Dunia 2026. KNVB siap membawa pelaku ke jalur hukum hingga penyelidikan pidana. [@Choudhury08]
baca 10 detik
  • Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville menjadi korban serangan rasis di media sosial usai Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026.
  • KNVB melaporkan kasus tersebut ke lembaga penanganan diskriminasi daring dan membuka peluang membawa pelaku ke proses pidana.
  • Federasi Belanda menegaskan rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola dan berharap kasus ini menjadi efek jera bagi pelaku ujaran kebencian.

Suara.com - Justin Kluivert, putra penyerang legendaris Patrick Kluivert, menjadi sasaran serangan rasisme di media sosial.

Insiden tersebut terjadi setelah Justin gagal mengeksekusi penalti dalam kekalahan Timnas Belanda dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) merespons tegas dengan menyatakan kesiapannya membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Selain Justin Kluivert, dua pemain lainnya, Quinten Timber dan Crysencio Summerville, juga menjadi korban ujaran bernada diskriminatif.

Ketiga pemain tersebut dihujani komentar kebencian setelah Belanda kalah 2-3 dari Maroko melalui adu penalti di Monterrey.

KNVB Siap Tempuh Jalur Hukum

Timnas Belanda. (fifa.com)
Timnas Belanda. (fifa.com)

KNVB mengutuk keras tindakan para pelaku yang dinilai mencederai nilai-nilai sportivitas dalam sepak bola.

"Kami menganggap hal ini sangat mengerikan, dan kami akan mengajukan kasus ini ke 'Meld Online Discriminatie' (Laporkan Diskriminasi Online)," tulis pernyataan resmi KNVB.

Lembaga tersebut nantinya akan menilai apakah komentar-komentar tersebut memenuhi unsur tindak pidana.

baca juga

"Hal ini dapat mengarah pada pengaduan resmi yang diajukan ke Layanan Penuntutan Publik, yang kemudian dapat memulai penyelidikan kriminal," lanjut KNVB.

Federasi menegaskan identitas para pelaku akan ditelusuri secara serius sebagai bentuk komitmen memberantas rasisme di ruang digital.

Belajar dari Kasus Timnas Inggris

Kasus yang dialami Justin Kluivert mengingatkan pada insiden serupa yang menimpa pemain Timnas Inggris usai final Euro 2020 yang digelar pada 2021.

Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho juga menjadi sasaran serangan rasial setelah gagal mengeksekusi penalti saat menghadapi Italia.

Kala itu, aparat keamanan Inggris bergerak cepat hingga menjatuhkan hukuman penjara kepada dua pelaku ujaran kebencian.

KNVB berharap langkah hukum serupa dapat diterapkan di Belanda demi melindungi para pemain dari tindakan diskriminatif.

Diskriminasi Bertentangan dengan Nilai Sepak Bola

Bagi KNVB, diskriminasi merupakan tindakan yang bertolak belakang dengan semangat sepak bola sebagai olahraga yang menyatukan berbagai kalangan.

"Sepak bola menyatukan jutaan orang yang berbeda, sedangkan diskriminasi melakukan hal yang sebaliknya," tegas perwakilan KNVB.

Dukungan pun terus mengalir kepada Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville agar tetap tegar menghadapi tekanan setelah kekalahan dari Maroko.

Belanda sendiri tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum akhirnya kalah 2-3 melalui adu penalti.

KNVB berharap langkah hukum yang ditempuh dapat menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang melakukan tindakan rasis terhadap atlet, baik di stadion maupun di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak

Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:37 WIB

Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda

Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:44 WIB

Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?

Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:00 WIB

Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma

Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:05 WIB

Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia

Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:40 WIB

Terkini

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

×