- Thibaut Courtois optimistis Belgia mampu menyingkirkan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026 berkat peningkatan performa timnya.
- Belgia berencana memanfaatkan ruang kosong di belakang pertahanan Spanyol serta mewaspadai pergerakan cepat bintang muda Lamine Yamal.
- Pertandingan yang berlangsung di Piala Dunia 2026 ini menjadi pembuktian kualitas skuad Belgia meski Courtois memiliki ikatan personal.
Suara.com - Penjaga gawang Timnas Belgia, Thibaut Courtois, optimistis negaranya mampu menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Spanyol pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Keyakinan itu muncul setelah performa skuad berjuluk Setan Merah terus menunjukkan peningkatan sepanjang fase gugur turnamen.
Courtois menegaskan seluruh pemain Belgia memiliki motivasi tinggi untuk membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di panggung sepak bola dunia.
"Semua orang di tim kami menyadari bahwa itu mungkin. Saya pikir kami memiliki skuad yang kuat dengan kualitas yang harus dipertimbangkan oleh Spanyol," ujar Thibaut Courtois kepada wartawan sebelum sesi latihan, Rabu waktu setempat.
Kiper Real Madrid itu juga berkaca pada sejarah turnamen besar yang kerap menghadirkan kejutan dari tim nonunggulan.
Belgia Ingin Jadi Pembunuh Raksasa

"Selalu ada kejutan, dan saya pikir kami bisa menjadi salah satunya. Menyingkirkan juara Eropa jelas akan menjadi kejutan besar dan kepercayaan diri itu ada," lanjut Courtois.
Perjalanan Belgia menuju babak delapan besar memang tidak berjalan mulus. Mereka sempat tampil kurang meyakinkan pada fase grup setelah ditahan imbang Mesir dan Iran.
Namun, performa Belgia mulai membaik ketika menghancurkan Selandia Baru dengan skor telak 5-1.
Mentalitas anak asuh Rudi Garcia kembali teruji saat mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Senegal 3-2 melalui drama babak tambahan.
"Orang-orang sempat sedikit kecewa pada kami, tetapi kami telah memperbaikinya. Kami menjadi semakin baik dan lebih baik lagi," tegas Courtois.
Kunci Hadapi Spanyol dan Ancaman Lamine Yamal
Meski optimistis, Courtois tetap mengakui Spanyol merupakan salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Ia memuji kualitas penguasaan bola dan transisi permainan skuad asuhan Luis de la Fuente yang dinilainya sangat efektif.
Menurut Courtois, Belgia harus mampu memanfaatkan ruang kosong di belakang lini pertahanan Spanyol ketika lawan sedang menyerang.
"Di situlah letak kuncinya: mengetahui cara mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan mereka dengan cepat," jelas Courtois.
Selain itu, kiper berusia 34 tahun tersebut juga memberikan perhatian khusus kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
"Kami tahu Lamine Yamal sangat berbakat dalam situasi satu lawan satu. Dia cepat, gesit, dan bisa mengalahkan dua pemain jika perlu," tutur Courtois.
Spanyol Tetap Rumah Kedua Courtois
Pertandingan ini juga memiliki makna emosional bagi Courtois yang telah menghabiskan sebagian besar kariernya di Spanyol bersama Atletico Madrid dan Real Madrid.
Selama 11 tahun tinggal di Negeri Matador, ia mengaku memiliki ikatan yang kuat dengan kehidupan di sana.
"Spanyol adalah rumah kedua saya, dan saya mungkin akan tetap tinggal di sana setelah karier saya berakhir," ungkap Courtois.
Bahkan, kedua anaknya disebut tumbuh dengan budaya yang lebih dekat dengan Spanyol dibandingkan Belgia.
Meski demikian, Courtois menegaskan loyalitasnya tetap sepenuhnya untuk Timnas Belgia.
"Namun pada akhirnya, pertandingan besok adalah sepenuhnya tentang Belgia," pungkasnya.
Duel Belgia kontra Spanyol diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Selain mempertemukan dua kekuatan besar Eropa, pertandingan ini juga akan menjadi adu strategi antara efektivitas serangan Spanyol dan ketangguhan Belgia dalam memanfaatkan serangan balik.
