- Timnas Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1 di perempat final.
- Inggris akan menghadapi Argentina dalam laga semifinal dengan misi mengakhiri penantian gelar juara selama 60 tahun.
- Duet Harry Kane dan Jude Bellingham menjadi kunci keberhasilan Inggris dengan mencetak rekor gol dalam turnamen tersebut.
Suara.com - Hadiah besar menanti Timnas Inggris setelah menunjukkan resiliensi luar biasa di babak perempat final, yakni laga melawan juara bertahan Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026.
Duel sarat sejarah tersebut menjadi peluang emas bagi skuad asuhan Thomas Tuchel untuk selangkah lebih dekat mengakhiri penantian gelar juara dunia yang telah berlangsung selama 60 tahun.
Hanya sehari setelah menundukkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu, Inggris kini harus segera mengalihkan fokus menghadapi sang juara bertahan.
Pencapaian menembus babak empat besar menjadi yang kedua bagi The Three Lions dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir, setelah sebelumnya mencapai semifinal pada edisi 2018.
Thomas Tuchel meyakini kekuatan utama timnya saat ini terletak pada kombinasi kualitas individu para pemain dan mental pantang menyerah.
Thomas Tuchel Puji Mentalitas Tiga Singa
![Timnas Inggris berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menang 2-1 atas Norwegia berkat brace Jude Bellingham. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/13/15208-jude-bellingham-thomas-tuchel.jpg)
"Mereka benar-benar menolak untuk menyerah, mereka menolak untuk menerima kekalahan," ujar Thomas Tuchel saat memuji mentalitas anak asuhnya dikutip dari Reuters.
Menurut Tuchel, kemampuan Harry Kane dan kolega melewati berbagai rintangan tanpa menyerah telah menjadi identitas baru Timnas Inggris.
Meski sukses melaju ke semifinal, pelatih asal Jerman itu tetap mengingatkan bahwa timnya masih memiliki banyak aspek yang harus diperbaiki.
"Mengatasi kesulitan dan menemukan cara untuk menang berada pada level tertinggi, namun saya masih berpikir kita bisa dan harus bermain sepak bola dengan lebih baik," tegas Thomas Tuchel.
Sejauh ini, perjalanan Inggris di Amerika Utara ditopang duet tajam Harry Kane dan Jude Bellingham.
Kane dan Bellingham Cetak Rekor
Keduanya sama-sama telah menyumbang enam gol dari total 13 gol Inggris sepanjang turnamen.
Catatan tersebut membuat Kane dan Bellingham menjadi pasangan rekan setim pertama dalam sejarah yang masing-masing mencetak minimal enam gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Jude Bellingham diprediksi menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Argentina setelah tampil impresif dengan mencetak empat gol dalam dua pertandingan terakhir.
"Performa kelas dunia dari pemain kelas dunia di momen-momen yang sangat besar, benar-benar kelas atas," tutur Thomas Tuchel memuji Bellingham.
Pemain sayap Noni Madueke bahkan menilai performa luar biasa gelandang Real Madrid itu sudah menjadi standar di dalam skuad Inggris.
Ujian Fisik Jelang Hadapi Argentina
Kondisi fisik para pemain Inggris menjadi perhatian setelah mereka harus bermain hingga babak tambahan saat menghadapi Norwegia dalam cuaca panas dan tingkat kelembapan tinggi.
Sejumlah pemain dilaporkan mengalami kram, sementara gelandang Declan Rice sempat harus beristirahat selama tiga hari karena sakit sebelum kembali menjalani latihan ringan.
Meski demikian, Madueke menegaskan hasil akhir jauh lebih penting daripada penampilan atraktif.
"Dengar, jika kami bermain seperti ini dan memenangkan dua pertandingan berikutnya, saya tidak keberatan sama sekali," ujar Noni Madueke.
Duel Sarat Sejarah
Pertemuan Inggris dan Argentina selalu menghadirkan cerita besar di Piala Dunia, mulai dari final 1966, gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona pada 1986, kartu merah David Beckham pada 1998, hingga kemenangan Inggris lewat penalti Beckham pada 2002.
Kini, generasi baru Inggris berharap mampu menorehkan kisah berbeda dengan menyingkirkan Argentina demi mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Thomas Tuchel pun mengaku menikmati tekanan besar yang datang bersama pertandingan-pertandingan penting seperti ini.
"Saya merasa sangat hidup dalam momen-momen seperti ini, inilah tempat yang saya inginkan, saya tidak ingin berada di tempat lain di dunia ini," pungkas Thomas Tuchel.
