- LSM FairSquare melaporkan Presiden FIFA Gianni Infantino ke Komisi Etik IOC atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
- Infantino dituduh menunjukkan dukungan terbuka kepada Donald Trump melalui serangkaian pernyataan dan simbol selama periode 2025–2026.
- FairSquare mendesak IOC melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan sanksi disipliner atas serangkaian tindakan politik yang melanggar kode etik.
“Anda dapat selalu mengandalkan dukungan saya, Tuan Presiden,” kata Infantino saat itu.
Pada Februari 2026, Infantino juga terlihat menghadiri forum yang digagas Trump dengan mengenakan topi bertuliskan USA 45-47.
Simbol tersebut merujuk pada dua periode kepemimpinan Trump.
Dugaan Pelanggaran Tambahan di Piala Dunia 2026
Selain lima pelanggaran tersebut, FairSquare juga menyoroti dua dugaan pelanggaran serius lainnya.
Salah satunya terkait intervensi politik dalam pencabutan kartu merah pemain AS dalam “kasus Balogun.”
Kasus kedua menyangkut promosi platform penggemar FIFA untuk Piala Dunia 2026.
FairSquare menduga situs tersebut terkait dengan pengumpulan data oleh entitas yang berafiliasi dengan Trump.
FairSquare meminta IOC membuka penyelidikan menyeluruh.
Mereka menilai bukti yang diajukan cukup kuat untuk memicu tindakan disipliner.
Ini bukan pertama kalinya Infantino dilaporkan.
Sebelumnya, FairSquare juga mengajukan keluhan serupa ke FIFA, didukung oleh federasi sepak bola Norwegia dan puluhan anggota parlemen Eropa.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Infantino maupun IOC terkait pengaduan terbaru ini.
