- FIFA berencana memperpanjang jeda babak pertama final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium menjadi sekitar 30 menit.
- Kebijakan ini bertujuan mengakomodasi pertunjukan musik spektakuler yang melibatkan sejumlah artis internasional populer selama jeda pertandingan tersebut.
- Rencana tersebut menuai kritik karena bertentangan dengan regulasi IFAB yang membatasi jeda babak maksimal hanya 15 menit.
Suara.com - Rencana FIFA memperpanjang jeda babak pertama final Piala Dunia 2026 menjadi sekitar 30 menit menuai sorotan tajam.
Kebijakan ini dinilai bertentangan dengan regulasi resmi yang justru ditetapkan oleh FIFA sendiri.
Menurut laporan media Inggris The Times, perpanjangan jeda dilakukan untuk mengakomodasi pertunjukan musik berdurasi 11 menit.
Selain itu, waktu tambahan dibutuhkan untuk pemasangan dan pembongkaran panggung di lapangan.
Namun, aturan yang berlaku menyebutkan hal berbeda.
Regulasi FIFA merujuk pada ketentuan International Football Association Board (IFAB) yang membatasi jeda antar babak maksimal 15 menit.
![Penyanyi Andrea Bocelli (kiri) dan EJAE (kanan) tampil dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/50058-piala-dunia-2026-pembukaan-piala-dunia-2026.jpg)
Dalam Pasal 36.5 regulasi Piala Dunia, disebutkan secara tegas bahwa pemain “berhak atas interval 15 menit antara dua babak.”
Ketentuan ini juga diperkuat oleh Hukum 7 IFAB yang menetapkan batas maksimal yang sama.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari FIFA terkait perubahan aturan atau pemberian izin khusus.
Hal ini memunculkan pertanyaan besar terkait konsistensi badan sepak bola dunia tersebut.
Final yang akan digelar di MetLife Stadium, New Jersey, direncanakan menghadirkan pertunjukan spektakuler.
Sejumlah nama besar seperti Madonna, Shakira, BTS, Justin Bieber, Burna Boy, dan Coldplay dijadwalkan tampil.
Konsep ini disebut terinspirasi dari format hiburan Super Bowl.
FIFA bekerja sama dengan Global Citizen untuk mengaitkan acara ini dengan kampanye akses pendidikan dan sepak bola bagi anak-anak.
Isu perpanjangan jeda sebenarnya bukan hal baru.
