Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?

Ruth Meliana

Selasa, 21 Juli 2026 | 09:30 WIB
Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?
Presiden UEFA Aleksander Čeferin (dok. UEFA)

Suara.com - Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, antara Spanyol dan Argentina berlangsung tanpa kehadiran salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia sepak bola Eropa. Presiden UEFA, Aleksander eferin, memilih untuk memboikot acara puncak tersebut.

Keputusan ini bukan sekadar absen biasa, melainkan bentuk protes keras terhadap FIFA dan intervensi politik yang dinilai merusak integritas turnamen. Boikot ini menjadi simbol ketegangan mendalam antara UEFA dan FIFA yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Alasan utama boikot ini adalah kasus Folarin Balogun. Striker Amerika Serikat tersebut mendapat kartu merah di babak 16 besar melawan Belgia.

Namun, FIFA membatalkan suspensi tersebut setelah intervensi langsung dari Presiden AS Donald Trump. Trump disebut menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membalikkan keputusan, sehingga Balogun bisa bermain lagi.

UEFA melihat ini sebagai "garis merah" yang dilanggar—intervensi politik yang tak dapat diterima dalam olahraga. eferin dan UEFA mengeluarkan pernyataan tegas menyebut keputusan FIFA "tak bisa dipahami dan tak bisa dibenarkan".

Kasus Balogun hanyalah puncak gunung es. Hubungan eferin dan Infantino sudah tegang sejak lama. eferin, yang juga wakil presiden FIFA, kerap kritis terhadap perluasan Piala Dunia menjadi 48 tim. Ia menyebut banyak pertandingan menjadi "tidak menarik" dan turnamen kehilangan kualitas.

Kritik ini menuai respons keras dari konfederasi Asia, Afrika, dan lainnya yang merasa disinggung. Selain itu, ada isu penanganan turnamen secara keseluruhan, termasuk isu keamanan dan pengaruh politik tuan rumah (AS, Kanada, Meksiko) di bawah pemerintahan Trump.

Boikot ini mencerminkan perpecahan lebih luas dalam tata kelola sepak bola dunia. UEFA merasa FIFA semakin dipengaruhi kekuasaan politik dan kepentingan komersial, sementara Eropa sebagai pusat kekuatan sepak bola ingin menjaga prinsip netralitas dan sportivitas.

eferin jarang hadir di acara FIFA belakangan ini, termasuk kongres sebelumnya. Absennya di final menandakan perlawanan terbuka dan bisa berdampak jangka panjang, seperti potensi boikot lebih besar di masa depan atau reformasi struktur FIFA.

baca juga

Dari sisi sejarah, ini bukan kali pertama ada ancaman boikot. Pada 2021, eferin pernah mengancam boikot jika FIFA memaksakan Piala Dunia dua tahunan.

Kini, dengan konteks politik AS yang sensitif—termasuk isu imigrasi dan kebijakan Trump—ketegangan semakin memuncak. Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter bahkan mendukung gerakan boikot fan karena kekhawatiran keamanan.

Meski Piala Dunia 2026 sukses secara komersial, boikot eferin menjadi catatan hitam yang mempertanyakan kredibilitas FIFA. Apakah ini awal dari perang terbuka antar konfederasi? Atau justru momentum untuk reformasi yang lebih baik?

Aleksander eferin membuktikan bahwa prinsip lebih penting daripada prestige. Keputusannya menarik perhatian global dan memicu diskusi tentang masa depan sepak bola.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Leandro Paredes Cekik Pemain Spanyol, FIFA Janjikan Investigasi Mendalam

Leandro Paredes Cekik Pemain Spanyol, FIFA Janjikan Investigasi Mendalam

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 07:46 WIB

Argentina Runner Up Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Sesakit Itu!

Argentina Runner Up Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Rasa Sakitnya Sesakit Itu!

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 07:30 WIB

Profil Pau Cubarsi, Bek Spanyol yang Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026

Profil Pau Cubarsi, Bek Spanyol yang Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Pegadaian Gaungkan Kampanye "Tenang Saja", Sebanyak 27 Juta Nasabah Didorong untuk Gunakan tring!

Pegadaian Gaungkan Kampanye "Tenang Saja", Sebanyak 27 Juta Nasabah Didorong untuk Gunakan tring!

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 06:18 WIB

Rumus Pembulatan ke Atas Excel Secara Otomatis, Pakai ROUNDUP dan 4 Formula Lainnya

Rumus Pembulatan ke Atas Excel Secara Otomatis, Pakai ROUNDUP dan 4 Formula Lainnya

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 06:13 WIB

Ketua Komisi I DPRD Bengkulu, Bambang Hermanto Diperiksa KPK

Ketua Komisi I DPRD Bengkulu, Bambang Hermanto Diperiksa KPK

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 06:00 WIB

2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!

2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:28 WIB

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:17 WIB

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:15 WIB

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

News | Sabtu, 05 September 2026 | 00:56 WIB

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

×