Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026

Ruth Meliana

Selasa, 21 Juli 2026 | 10:03 WIB
Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026
Presiden UEFA Aleksander Čeferin (dok. UEFA)
baca 10 detik
  • Aleksander Ceferin menjabat sebagai Presiden UEFA sejak 2016 dan dikenal sebagai pemimpin yang vokal serta tegas.
  • Ceferin memboikot Final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat sebagai bentuk protes atas intervensi politik FIFA.
  • Aksi boikot tersebut mempertegas ketegangan hubungan antara UEFA dan FIFA terkait tata kelola organisasi sepak bola dunia.

Selain isu disiplin, Ceferin juga tidak puas dengan penanganan wasit, operasional pertandingan, dan harga tiket yang tinggi. Ia pernah mengkritik model tiket FIFA yang kurang ramah penggemar, kontras dengan pendekatan UEFA yang lebih berorientasi pada suporter.

Keputusan boikot ini memperlebar jurang antara kedua badan tertinggi sepak bola dunia dan bisa berdampak pada masa depan kolaborasi, termasuk jadwal turnamen dan regulasi pemain.

Gaya Kepemimpinan dan Warisan

Presiden UEFA Aleksander Ceferin. [Dok.Antara]
Presiden UEFA Aleksander Ceferin. [Dok.Antara]

 

Ceferin dikenal sebagai pemimpin yang prinsipil dan berani. Meski berlatar belakang hukum, ia mampu menavigasi politik sepak bola yang rumit.

Ia mendukung Financial Fair Play (FFP), reformasi Liga Champions, dan perlindungan liga-liga kecil di Eropa.

Kekayaan pribadinya diperkirakan sekitar 5 juta dolar AS, tapi kekuasaannya jauh melampaui itu sebagai penguasa sepak bola Eropa.

Kritikus menyebutnya terlalu konfrontatif terhadap FIFA, tapi pendukungnya melihatnya sebagai pembela integritas. Di tengah era di mana sepak bola semakin komersial dan dipengaruhi politik, eferin menjadi suara yang konsisten membela otonomi olahraga.

Boikot Final Piala Dunia 2026 mungkin akan dicatat sebagai salah satu momen penting dalam kariernya. Ini bukan hanya soal absen di satu pertandingan, melainkan pernyataan sikap terhadap masa depan sepak bola global. Apakah ini akan memicu reformasi lebih besar atau justru memperdalam perpecahan, masih harus dilihat.

Dengan usia 58 tahun pada 2026, Aleksander Ceferin masih memiliki waktu untuk meninggalkan warisan yang lebih besar. Profilnya sebagai pengacara yang menjadi administrator sepak bola sukses, serta keberaniannya mengambil sikap tegas, menjadikannya salah satu tokoh paling menarik di dunia olahraga saat ini.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Piala Dunia Berakhir, Lionel Messi Umumkan Gantung Sepatu?

Piala Dunia Berakhir, Lionel Messi Umumkan Gantung Sepatu?

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:58 WIB

Kalah Taruhan Rp50 Juta, FIFA Dituding Ubah Skenario Juara Piala Dunia 2026

Kalah Taruhan Rp50 Juta, FIFA Dituding Ubah Skenario Juara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:49 WIB

Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?

Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026

Profil Aleksander Ceferin, Presiden UEFA yang Boikot Final Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:03 WIB

Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara

Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:03 WIB

Purbaya Klarifikasi Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun buat Investor PFII

Purbaya Klarifikasi Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun buat Investor PFII

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:02 WIB

ShopeePay Ungkap Cara Praktis Hemat Tagihan Listrik, Pulsa, dan Kebutuhan Digital

ShopeePay Ungkap Cara Praktis Hemat Tagihan Listrik, Pulsa, dan Kebutuhan Digital

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:00 WIB

Polusi Debu Kapur Selimuti Permukiman Warga Citatah

Polusi Debu Kapur Selimuti Permukiman Warga Citatah

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:00 WIB

Orang Kaya Baru: Label Sosial atau Bentuk Kecemburuan Kelas?

Orang Kaya Baru: Label Sosial atau Bentuk Kecemburuan Kelas?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:00 WIB

Review The East Palace: Menelusuri Akar Teror yang Melampaui Kutukan

Review The East Palace: Menelusuri Akar Teror yang Melampaui Kutukan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:59 WIB

Piala Dunia Berakhir, Lionel Messi Umumkan Gantung Sepatu?

Piala Dunia Berakhir, Lionel Messi Umumkan Gantung Sepatu?

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:58 WIB

Bercak Merah di Layar Galaxy S26 Ultra Ramai Dikeluhkan, Benarkah Burn-In?

Bercak Merah di Layar Galaxy S26 Ultra Ramai Dikeluhkan, Benarkah Burn-In?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:57 WIB

Hujan Deras Guyur Pekanbaru, Jalan Sudirman dan Jalan Diponegoro Banjir

Hujan Deras Guyur Pekanbaru, Jalan Sudirman dan Jalan Diponegoro Banjir

Riau | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:56 WIB

×