- Aleksander Ceferin menjabat sebagai Presiden UEFA sejak 2016 dan dikenal sebagai pemimpin yang vokal serta tegas.
- Ceferin memboikot Final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat sebagai bentuk protes atas intervensi politik FIFA.
- Aksi boikot tersebut mempertegas ketegangan hubungan antara UEFA dan FIFA terkait tata kelola organisasi sepak bola dunia.
Selain isu disiplin, Ceferin juga tidak puas dengan penanganan wasit, operasional pertandingan, dan harga tiket yang tinggi. Ia pernah mengkritik model tiket FIFA yang kurang ramah penggemar, kontras dengan pendekatan UEFA yang lebih berorientasi pada suporter.
Keputusan boikot ini memperlebar jurang antara kedua badan tertinggi sepak bola dunia dan bisa berdampak pada masa depan kolaborasi, termasuk jadwal turnamen dan regulasi pemain.
Gaya Kepemimpinan dan Warisan
![Presiden UEFA Aleksander Ceferin. [Dok.Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/03/03/84068-presiden-uefa-aleksander-ceferin.jpg)
Ceferin dikenal sebagai pemimpin yang prinsipil dan berani. Meski berlatar belakang hukum, ia mampu menavigasi politik sepak bola yang rumit.
Ia mendukung Financial Fair Play (FFP), reformasi Liga Champions, dan perlindungan liga-liga kecil di Eropa.
Kekayaan pribadinya diperkirakan sekitar 5 juta dolar AS, tapi kekuasaannya jauh melampaui itu sebagai penguasa sepak bola Eropa.
Kritikus menyebutnya terlalu konfrontatif terhadap FIFA, tapi pendukungnya melihatnya sebagai pembela integritas. Di tengah era di mana sepak bola semakin komersial dan dipengaruhi politik, eferin menjadi suara yang konsisten membela otonomi olahraga.
Boikot Final Piala Dunia 2026 mungkin akan dicatat sebagai salah satu momen penting dalam kariernya. Ini bukan hanya soal absen di satu pertandingan, melainkan pernyataan sikap terhadap masa depan sepak bola global. Apakah ini akan memicu reformasi lebih besar atau justru memperdalam perpecahan, masih harus dilihat.
Dengan usia 58 tahun pada 2026, Aleksander Ceferin masih memiliki waktu untuk meninggalkan warisan yang lebih besar. Profilnya sebagai pengacara yang menjadi administrator sepak bola sukses, serta keberaniannya mengambil sikap tegas, menjadikannya salah satu tokoh paling menarik di dunia olahraga saat ini.
