- Surabaya ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup edisi ketiga tahun 2026.
- Panitia pusat menegaskan ajang ini berfungsi sebagai wadah pencarian bakat serta pembinaan berjenjang untuk pemain muda.
- Talenta terbaik dari turnamen akan disalurkan ke tiga klub PDI Perjuangan yang berlaga di berbagai kompetisi nasional.
Suara.com - Turnamen Soekarno Cup 2026 dipastikan kembali digelar, dengan Surabaya ditunjuk sebagai tuan rumah.
Memasuki edisi ketiga, kompetisi usia muda ini tak hanya menjadi ajang pembinaan, tetapi juga memunculkan sorotan terkait arah pengembangan sepak bola yang tengah dibangun PDI Perjuangan.
Panitia Pusat Soekarno Cup, Ono Surono, menegaskan bahwa turnamen ini memang dirancang sebagai wadah pencarian bakat sekaligus pembinaan pemain muda.
Ia menyebut proses pembinaan tidak bisa instan dan harus dibangun secara berjenjang dari akar rumput hingga level profesional.
“Harapan kami bukan hanya menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga melakukan pembinaan pemain usia muda sekaligus pencarian bakat,” ujar Ono.
Lebih jauh, Ono mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan saat ini memiliki tiga klub yang berkompetisi di kasta berbeda sepak bola nasional.
Ketiganya adalah Banteng Jatim FC di Liga 4, Putra Sang Fajar di Liga 3, dan The Red FC yang akan tampil di Liga 2.
Keberadaan tiga klub tersebut membuat Soekarno Cup memiliki fungsi strategis sebagai jalur regenerasi pemain.
Para talenta terbaik dari turnamen ini diharapkan dapat direkrut untuk memperkuat klub-klub tersebut di kompetisi resmi.
“Dari Soekarno Cup 2026 ini kami berharap pemain-pemain terbaik bisa disalurkan ke tiga klub tersebut sehingga pembinaan benar-benar berkelanjutan,” katanya.
Ono juga mengungkapkan bahwa mekanisme serupa telah mulai berjalan pada edisi sebelumnya.
Sejumlah pemain yang tampil menonjol disebut telah direkrut untuk memperkuat klub Liga 4 setelah turnamen berakhir.
Hal ini memperkuat anggapan bahwa Soekarno Cup bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan bagian dari sistem pembinaan terintegrasi menuju sepak bola profesional.
Selain itu, pengembangan akademi sepak bola juga menjadi perhatian untuk menjaga kesinambungan regenerasi pemain.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Eri Irawan, menambahkan bahwa banyak alumni Soekarno Cup kini telah berkiprah di berbagai level kompetisi nasional.
“Cukup banyak jebolan dari Soekarno Cup yang saat ini memperkuat tim-tim di banyak Liga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Soekarno Cup menjadi salah satu jalur seleksi bagi klub-klub milik PDI Perjuangan.
“Soekarno Cup ini juga sebagai seleksi untuk tim Banteng Jatim FC di Liga 4, Putra Sang Fajar di Liga 3, serta The Red FC di Liga 2,” ucapnya.
Menariknya, turnamen ini juga menghadirkan unsur kesetaraan gender dengan melibatkan wasit perempuan di sejumlah pertandingan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya mendorong inklusivitas dalam ekosistem sepak bola nasional.
Dengan Surabaya sebagai tuan rumah, perhatian publik kini tak hanya tertuju pada persaingan 16 tim peserta.
Soekarno Cup 2026 juga menjadi momentum penting untuk menguji sejauh mana kompetisi usia muda mampu menjadi jalur lahirnya pemain profesional sekaligus memperkuat ekosistem klub yang terafiliasi dengan PDI Perjuangan menjelang musim baru Liga 2, Liga 3, dan Liga 4.