- Pemain sepak bola era kolonial kelahiran Nusantara pernah memperkuat klub Eropa dan tim nasional Belanda.
- Tokoh seperti Nol van der Vin, Ben Stom, dan Leo Bosschart sukses membela timnas Belanda.
- Para pemain diaspora kolonial ini membentuk fondasi awal serta sejarah penting perkembangan sepak bola Belanda.
Suara.com - Jejak kolonial Indonesia dalam sejarah sepak bola Belanda tidak bisa diabaikan.
Sejumlah pemain yang lahir di wilayah Nusantara pada era kolonial tercatat pernah memperkuat klub-klub Eropa hingga tim nasional Belanda, membentuk fondasi awal perkembangan sepak bola Negeri Kincir Angin.
Sebagian besar pemain ini lahir di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Medan, Banda Aceh Surabaya, dan Semarang.
Mereka umumnya berasal dari keluarga Belanda atau campuran, lalu kembali ke Eropa untuk mendapatkan akses pendidikan dan pembinaan sepak bola yang lebih sistematis.
Berikut Suara.com hadirkan ulasan starting XI Belanda kelahiran Indonesia di era kolonial menyambut HUT RI ke-81.
Di posisi penjaga gawang, Nol van der Vin tercatat lahir di Semarang, Jawa Tengah pada awal abad ke-20, sebelum mengembangkan karier di Belanda.
Nol tercatat sempat membela Timnas Indonesia saat melawan Yugoslavia di Lapangan Ikada pada 26 Agustus 1953.
Nol dikenal sebagai bagian dari generasi pemain diaspora kolonial yang kembali ke Belanda untuk berkarier.
![Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas [Suara.com/ai]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/08/10/63244-starting-xi-belanda-kelahiran-indonesia.jpg)
Pada 1954, ia bergabung ke klub Fortuna Sittard. Data terakhir menyebut bahwa ia terkahir bermian di klub Malaysia, Penang FA.
Lini belakang dihuni Ben Stom, Jack Samuels, Nico Bouvy, dan Leo Bosschart.
Ben Stom atau Bertus Stom kelahiran Malang 13 Oktober 1886 dan wafat di Den Haag pada 1965.
Ben merupakan mantan prajurit KNIL, ayahnya orang Belanda sedangkan ibunya seorang wanita Bali.
Ben tercatat sempat membela timnas Belanda di periode 1905 hingga 1908. Ia tercatat jadi pemain timnas Belanda yang mencetak gol bunuh diri pada laga melawan Belgia.
Selanjutnya ada Jack Samuels, eks pemain Excelsior Soerabaja dan lahir di Indonesia pada 29 Maret 1918.
Nico Bouvy menjadi nama paling terdokumentasi, lahir pada 1892 di Banda Neira dan sempat bermain untuk klub RAP Amsterdam serta mencatat penampilan bersama tim nasional Belanda sebanyak 9 pertandingan dan cetak 4 gol.
Terakhir di posisi bek ada
Leo Bosschart yang kelahiran Banda Aceh pada 24 Agustus 1888.
Leo sempat membela Timnas Belanda pada Olimpiade Musim Panas 1972 di Antwerp, Belgia dan mempersembahkan medali perunggu.
Di sektor tengah, Hans Blume, Jan Akkersdijk, dan Law Adam menjadi motor permainan.
Law Adam merupakan sosok paling menonjol, lahir pada 1908 di Probolinggo, dan mencatat caps bersama timnas Belanda pada era 1930-an.
Ia dikenal sebagai gelandang kreatif dengan teknik tinggi. Menarikya Adam tercatat sempat juga membela timnas Swiss.
Sementara Hans Blume, pemain kelahiran Semarang dan tercatat sempat bermain untuk timnas Belanda pada laga melawan Inggris 1 April 1997.
Sedangkan Jan Akkersdijk tercatat kelahiran Ambarawa pada 8 Januari 1887. Ia dua kali membela tim Orange dan mecetak 1 gol.
Untuk lini depan, terdapat Beb Bakhuis, Jan Kolff, dan Edu Snethlage.
Beb Bakhuis menjadi figur penting, lahir pada 1909 di Pekalongan dan mencetak 28 gol dari 23 caps bersama timnas Belanda, sebuah rekor impresif di masanya.
Jan Kolff juga tercatat sebagai pemain internasional Belanda era awal kelahiran Medan, Sumatera Utara.
Sementara Edu Snethlage kelahiran Ngawi, Jawa Timur dan memperkuat beberapa klub Belanda.
Bersama skuat Orange, Edu tercatat mencetak 10 gol dari 11 pertandingan.
Kini, nama-nama tersebut mungkin tidak lagi populer di kalangan pecinta sepak bola modern.
Namun secara historis, para pemain ini adalah bukti nyata keterkaitan erat antara Indonesia dan Belanda dalam perjalanan panjang sepak bola dunia.
Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia
Kiper: Nol van der (kelahiran Semarang)
Bek: Ben Stom (kelahiran Malang), Jack Samuels (kelahiran Surabaya), Nico Bouvy (kelahiran Banda Neira), Leo Bosschart (kelahiran Banda Aceh)
Tengah: Law Adam (kelahiran Probolinggo), Jan Akkersdijk (kelahiran Ambarawa), Hans Blume (kelahiran Semarang)
Depan: Beb Bakhuis (kelahiran Pekalongan), Jan Kolff (kelahiran Medan), dan Edu Snethlage kelahiran Ngawi