Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda

Galih Prasetyo

Senin, 10 Agustus 2026 | 20:36 WIB
Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda
Ben Stom lahir pada 13 Oktober 1886. Ia menjadi salah satu pemain tim Orange dengan latar belakang Indonesia yang unik. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Ben Stom, pemain kelahiran Malang tahun 1886 dengan darah Bali, pernah memperkuat Timnas Belanda.
  • Ia kembali ke Hindia Belanda sebagai perwira KNIL dan aktif berkontribusi mengembangkan sepak bola kolonial.
  • Stom meninggal dunia di Den Haag pada tahun 1965 setelah menjalani karier militer dan penerbangan.

Suara.com - Timnas Indonesia beberapa tahun ke belakang banyak dihuni oleh pemain yang memiliki latar belakang Belanda.

Pemain keturunan Indonesia yang lahir dan tumbuh besar di Belanda sekarang jadi pilar tim Merah Putih.

Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Thom Haye, Nathan Tjoe-A-On hingga Ragnar Oratmangoen merupakan pemain naturalisasi yang erat kaitannya dengan jejak sejarah Indonesia di era kolonial.

Yang menarik, hal berbeda justru dilakukan sejumlah pemain di era kolonial dulu.

Tercatat ada sejumlah pemain yang lahir di Indonesia, bahkan memiliki orang tua asli Indonesia lebih memilih untuk membela tim nasional Belanda.

Salah satu pemain itu ialah Ben Stom. Bertus Stom lahir di Malang saat Indonesia masih di bawah penjajahan Belanda.

Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas [Suara.com/ai]
Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas [Suara.com/ai]

Dari catatan Voetbalstats.nl, Ben lahir pada 13 Oktober 1886. Ia menjadi salah satu pemain tim Orange dengan latar belakang Indonesia yang unik.

Ayahnya seorang tentara KNIL asal Belanda, sementara ibunya berasal dari Bali.

Dinukil dari Anjani.id, ibu dari Ben bernama Kamina, kabarnya seorang penari Bali.

baca juga

Sedangkan ayahnya, Christiaan Willem Henry, memiliki jabatan Kapten di KNIL.

Sejak muda, Stom pindah ke Belanda dan tumbuh di Apeldoorn sebelum menempuh pendidikan militer di Alkmaar dan Breda.

Karier sepak bolanya dimulai sebagai bek bersama CVV Velocitas di Breda, lalu berlanjut ke HFC Haarlem.

Antara 1905 hingga 1908, ia mencatatkan sembilan caps bersama Timnas Belanda.

Namun, Stom juga mencatat sejarah dengan cara yang tak biasa. Ia menjadi pemain pertama Timnas Belanda yang mencetak gol bunuh diri dalam laga internasional perdana melawan Belgia.

Pada 1908, Stom kembali ke Hindia Belanda sebagai perwira KNIL dengan pangkat letnan dua.

Selain bertugas militer, ia tetap aktif bermain sepak bola di Batavia bersama klub Oliveo.

Karier militernya terus menanjak dengan berbagai penugasan di Palembang, Toboali, hingga kembali ke Belanda sebagai letnan satu.

Pada 1912, ia ikut mendirikan organisasi sepak bola di Jawa, menandai kontribusinya dalam perkembangan sepak bola kolonial.

Tak hanya di darat, Stom juga meniti karier sebagai penerbang militer.

Ia menjalani pelatihan di Soesterberg dan sempat mengalami beberapa kecelakaan, termasuk pendaratan darurat pada 1919.

Meski beberapa kali mengalami insiden udara, kariernya tetap melesat.

Ben dipercaya sebagai komandan penerbangan di Indonesia dan kemudian menjadi instruktur di sekolah penerbangan Kalijati.

Di luar militer dan sepak bola, Stom juga aktif di dunia olahraga lain seperti tenis.

Ia bahkan memenangkan turnamen tenis pada 1926, menunjukkan kapasitasnya sebagai atlet multitalenta.

Karier militernya mencapai puncak saat ia dipromosikan menjadi letnan kolonel pada 1931.

Namun, kecelakaan mobil serius pada 1933 di daerah Toraja, memaksanya pensiun dan kembali ke Belanda setahun kemudian.

Setelah pensiun, namanya sempat muncul sebagai kandidat direktur Stadion Feyenoord pada 1935.

Namun, perjalanan hidup Stom tak lepas dari kontroversi.

Pada 1947, ia dijatuhi hukuman penjara karena keterlibatannya dalam organisasi buat Nazi, meski tidak ada laporan pelanggaran langsung dari tindakannya.

Bertus Stom meninggal dunia di Den Haag pada 18 Agustus 1965.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan

Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Ungkap Harapan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia, Prabowo: Harus Terus Berbenah!

Ungkap Harapan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia, Prabowo: Harus Terus Berbenah!

Video | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia

Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Erick Thohir Bongkar Skuat Mewah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Misi Balas Kegagalan Piala AFF

Erick Thohir Bongkar Skuat Mewah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Misi Balas Kegagalan Piala AFF

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:24 WIB

Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan

Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda

Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan

Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan

Banten | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:26 WIB

Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!

Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung

Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten

Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:22 WIB

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

×