- Manchester United resmi merekrut gelandang Kamerun, Carlos Baleba, dari Brighton & Hove Albion.
- MU menggelontorkan dana sebesar £60 juta hingga £65 juta beserta tambahan bonus £5 juta.
- Kehadiran Baleba bertujuan memperkuat lini tengah dan mengatasi masalah transisi permainan Setan Merah.
Suara.com - Manchester United resmi mendapatkan Carlos Baleba dari Brighton & Hove Albion.
Gelandang asal Kamerun itu diyakini dapat menjadi kepingan penting untuk mengubah lini tengah Setan Merah sekaligus meningkatkan peluang mereka bersaing dalam perebutan gelar Premier League.
Menurut analisis Striver.Football, Manchester United menyiapkan dana sekitar £60 juta-£65 juta atau sekitar Rp1,3 triliun-Rp1,4 triliun, ditambah £5 juta dalam bentuk bonus.
Transfer tersebut menjadi bagian dari upaya Michael Carrick membentuk kembali lini tengah MU.
Sebelumnya, Manchester United telah mendatangkan Youri Tielemans dan Andrey Santos.
Kehadiran Baleba akan menambah opsi dengan karakter berbeda, terutama dari sisi kekuatan fisik, kecepatan, dan kemampuan membawa bola.
Baleba Punya Kelebihan yang Dibutuhkan MU
Baleba memang menjalani musim 2025/2026 yang tidak sepenuhnya konsisten.
Ia hanya sekali bermain penuh selama 90 menit di Premier League sebelum bergabung dengan Timnas Kamerun untuk Piala Afrika 2025 pada Desember.
Pelatih Kamerun David Pagou bahkan mengungkapkan bahwa Baleba sempat menghadapi masalah keluarga.
Kondisi tersebut membuat sang pemain membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi mentalnya.
Namun, performanya bersama Kamerun di Piala Afrika menunjukkan potensi sebenarnya.
Baleba tampil dominan di lini tengah dan membantu negaranya mencapai babak perempat final sebelum kembali ke Brighton dengan kondisi yang lebih tajam.
Penurunan performa tersebut justru menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Manchester United mendapatkan Baleba dengan harga lebih terjangkau.
Padahal, ia sudah memiliki pengalaman bermain di Premier League dan baru berusia 22 tahun.
Kekuatan Fisik Jadi Senjata Utama
Salah satu alasan Manchester United terus mengejar Baleba adalah kemampuannya bermain agresif tanpa bola.
Ia memiliki kombinasi kekuatan fisik, perubahan arah yang cepat, serta kemampuan membawa bola melewati lini tengah lawan.
Kemampuan tersebut tidak muncul secara instan.
Sejak kecil di Kamerun, Baleba menjalani latihan fisik ketat di bawah arahan ayahnya yang merupakan mantan pesepak bola profesional sekaligus pelatih di akademi Brasseries du Cameroun.
Pada musim 2024/2025, Baleba mampu membawa bola rata-rata sejauh 5,2 meter dalam setiap aksinya.
Ia juga mencatat 6,7 progressive carries per 90 menit, angka yang menempatkannya di posisi keempat secara keseluruhan dalam kategori tersebut.
Baleba juga mencatat rata-rata 2,9 carry per 90 menit dengan jarak lebih dari 10 meter.
Statistik itu menunjukkan kemampuannya menerobos garis tengah lawan melalui akselerasi dan kekuatan fisik.
Bukan Pengumpan Utama
Meski memiliki kemampuan membawa bola, Baleba bukan tipe gelandang yang dikenal karena umpan progresif dalam volume tinggi.
Pada musim 2024/2025, hanya 11,8 persen umpannya yang dikategorikan sebagai line-breaking passes, sedikit di bawah rata-rata pemain di posisinya.
Musim berikutnya angka tersebut bahkan turun menjadi 8,7 persen.
Hanya sekitar 20,5 persen total umpannya yang diarahkan ke depan pada musim 2024/2025.
Namun, kekurangan tersebut bukan persoalan besar bagi Manchester United.
Tielemans, Santos, Kobbie Mainoo, dan Bruno Fernandes sudah memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas distribusi utama.
Nilai terbesar Baleba ketika menguasai bola justru berasal dari kemampuan membawa bola ke depan.
Aksinya dapat menarik dua atau tiga pemain lawan sehingga membuka ruang di lini tengah bagi pemain kreatif Manchester United.
Bisa Menjawab Masalah Transisi MU
Michael Carrick juga melakukan perubahan dalam struktur permainan Manchester United selama pramusim.
Dari pola 4-2-2-2, MU mulai menggunakan blok pressing tinggi dengan bentuk 4-2-4.
Sistem tersebut membutuhkan gelandang dengan mobilitas tinggi karena garis pertahanan yang agresif dapat meninggalkan ruang besar di belakang pressing pertama.
Di sinilah Baleba berpotensi menjadi solusi.
Kecepatan Baleba termasuk salah satu yang terbaik di antara gelandang bertahan dan gelandang tengah.
Kemampuan recovery tersebut dapat membantu Manchester United menghadapi serangan balik ketika pressing mereka berhasil dilewati.
Sebaliknya, Casemiro yang mulai kehilangan mobilitas tidak lagi ideal untuk menutup ruang besar dalam sistem tersebut.
Manuel Ugarte juga belum dapat memberikan solusi maksimal karena keterbatasan teknis dan cedera jangka panjang.
Baleba memiliki kemampuan membaca bola kedua di sekitar kotak penalti lawan.
Ia juga mampu melakukan tekel dengan bersih dan menggunakan akselerasinya untuk menutup ruang ketika bek sayap Manchester United berada terlalu tinggi.