-
Tim penyelamat berhasil mengonfirmasi 10 korban tewas akibat gedung bertingkat yang ambruk.
-
Bangunan pengungsian tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat gempuran artileri Israel.
-
Puluhan warga sipil termasuk anak-anak dilaporkan masih tertimbun di bawah reruntuhan beton.
Suara.com - Sebanyak 10 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan bertingkat yang ambruk di wilayah barat Kota Gaza.
Petugas gabungan terus bekerja cepat karena puluhan pengungsi diduga masih terjebak di dalam material beton.
Gedung pemukiman tersebut rubuh total setelah sempat mengalami kerusakan parah akibat hantaman artileri militer Israel.

Struktur bangunan yang rapuh akhirnya tidak mampu menahan beban puluhan warga yang berlindung di dalamnya.
Peristiwa naas ini menimpa sekitar 70 warga sipil Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik.
Rekaman video Al Jazeera, memperlihatkan warga dan petugas bahu-membahu menyingkirkan puing beton dengan alat seadanya.
Tangisan seorang anak perempuan yang terhimpit dinding bangunan terdengar jelas di tengah upaya penyelamatan.
Petugas Pertahanan Sipil Palestina mengonfirmasi bahwa mayoritas korban yang masih tertimbun merupakan anak-anak.
Kondisi medan yang hancur cukup menyulitkan proses pencarian korban selamat di lokasi kejadian.
Laporan dari Jaringan Berita Quds menyebutkan setidaknya ada enam keluarga pengungsi yang tinggal di sana.
Tim Pertahanan Sipil Palestina menyisir setiap sudut reruntuhan guna menemukan tanda-tangan kehidupan.
Jumlah korban tewas dikhawatirkan terus bertambah mengingat banyaknya pengungsi yang belum ditemukan.
Insiden ambruknya tempat tinggal pengungsi ini menambah panjang daftar krisis kemanusiaan di wilayah Gaza.
Kerusakan infrastruktur akibat pemboman membuat banyak bangunan residensial menjadi rawan rubuh sewaktu-waktu.
Warga Gaza kini terdesak tinggal di struktur bangunan yang tidak aman demi menghindari serangan udara.