- Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, resmi meninggalkan FC Twente dan bergabung dengan SC Heerenveen.
- SC Heerenveen mendatangkan pemain berusia 25 tahun tersebut dengan biaya transfer sekitar 500 ribu euro.
- Kepindahan ini terjadi setelah hubungan Hilgers dan FC Twente memanas akibat klausul perpanjangan kontrak otomatis.
Suara.com - Mees Hilgers akhirnya meninggalkan FC Twente setelah melalui periode yang penuh gejolak.
Bek Timnas Indonesia itu memilih tidak mengungkap secara detail persoalan yang membuat hubungannya dengan klub asal Enschede tersebut memanas.
Hilgers kini resmi melanjutkan karier bersama SC Heerenveen.
Klub tersebut dikabarkan membayar sekitar 500 ribu euro untuk mendapatkan pemain berusia 25 tahun itu.
Padahal, situasi transfer Hilgers pada awalnya diperkirakan akan berjalan berbeda.
Ia sempat diyakini bakal meninggalkan FC Twente secara gratis pada musim panas ini.
Namun, klausul perpanjangan otomatis membuat rencana tersebut berubah.
Kontrak Hilgers justru diperpanjang satu tahun, yang kemudian membuat hubungan antara sang pemain dan klub semakin tegang.
Sempat Tak Hadir dalam Latihan
Ketegangan antara Hilgers dan FC Twente bahkan sempat terlihat ketika musim baru dimulai.
Mees Hilgers tidak hadir dalam sesi latihan tim sebelum akhirnya kembali bergabung dengan rekan-rekannya.
Ketika ditanya mengenai persoalan tersebut, Hilgers enggan membuka seluruh detail yang terjadi. Ia menegaskan bahwa masalah tersebut merupakan urusan pribadi antara dirinya dan FC Twente.
“Itu adalah hal-hal yang terjadi antara saya dan klub,” kata Hilgers kepada ESPN.
Hilgers juga menjelaskan bahwa pada saat itu pihak klub mengetahui alasan dirinya tidak hadir dalam latihan. Ia bahkan telah membicarakan persoalan tersebut dengan dokter perusahaan.
“Pada saat itu mereka memahami mengapa saya tidak datang. Saya juga membicarakannya dengan dokter perusahaan. Dia juga memahami 100 persen bahwa saya tidak perlu datang,” ujarnya.
Karena itu, Hilgers tidak ingin persoalan tersebut kembali menjadi konsumsi publik. Baginya, apa yang terjadi antara dirinya dan FC Twente sebaiknya tetap berada di antara kedua pihak.
Tak Mau Ungkap Siapa yang Salah
Hilgers juga mendapat pertanyaan apakah konflik tersebut terjadi karena kesalahan kedua belah pihak.
Namun, pemain yang memiliki darah Indonesia itu memilih memberikan jawaban singkat.
“Saya tidak berpikir begitu. Tetapi saya tidak akan menceritakan kisahnya,” kata Hilgers.
Ia mengaku ingin segera meninggalkan persoalan tersebut dan memulai kehidupan baru bersama klubnya.
Menurut Hilgers, orang-orang yang berada paling dekat dengannya sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“Orang-orang yang dekat dengan saya dan para pemain tahu cerita sebenarnya. Mungkin suatu saat Anda harus bertanya kepada mereka,” ujarnya.
Kecewa Harus Tinggalkan Enschede
Di balik konflik tersebut, Hilgers mengaku tetap menyimpan perasaan kuat terhadap Enschede.
Kota tersebut telah menjadi bagian besar dari kehidupannya sejak masih remaja.
Hilgers pindah dan hidup mandiri di Enschede ketika baru berusia 16 tahun.
Ia bersekolah di kota tersebut dan membangun lingkaran pertemanan yang membuatnya memiliki ikatan emosional dengan Enschede.
“Ini benar-benar disayangkan. Sayang untuk semua tahun dan perasaan yang kamu miliki,” ungkapnya.
Namun, Hilgers mengungkapkan bahwa kondisi yang terjadi membuatnya kini merasa tidak lagi leluasa berada di kota tersebut.
Ia mengaku situasi itu menjadi salah satu hal yang paling disayangkannya.
“Saya tidak bisa lagi berjalan-jalan di sana. Itu tidak menyenangkan,” ujarnya.
Meski demikian, Hilgers memilih tidak terus larut dalam persoalan tersebut.
Ia menilai waktunya bersama FC Twente sudah berakhir dan kini saatnya menatap masa depan.
“Itu sudah terjadi. Sekarang babak baru dimulai,” kata Hilgers.