- Kiper Como 1907 Emil Audero resmi dipinjamkan ke Rayo Vallecano pada Rabu 2 September 2026.
- Pelatih Cesc Fabregas kecewa karena Noel Törnqvist mendadak memaksa pindah demi mencari menit bermain lebih banyak.
- Kedatangan Robert Sanchez dari Chelsea membuat Como mengandalkannya bersama Jean Butez musim ini.
Suara.com - Kepergian Emil Audero dari Como 1907 pada penghujung bursa transfer musim panas 2026 ternyata bukan satu-satunya drama yang terjadi di sektor penjaga gawang.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, justru dibuat kecewa oleh kiper lain, Noel Törnqvist, yang memutuskan meninggalkan klub demi mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.
Audero sendiri lebih dahulu dipinjamkan ke Rayo Vallecano hingga akhir musim 2026/2027.
Kiper Timnas Indonesia tersebut tidak lagi menjadi pilihan utama Fabregas setelah Como mendatangkan Robert Sanchez dari Chelsea.
Kedatangan Sanchez membuat posisi Audero semakin sulit.
![Rayo Vallecano Resmi Rekrut Emil Audero, Hanya Dikontrak Sampai Tanggal Ini [Dok Rayo Vallecano]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/77429-emil-audero.jpg)
Mantan kiper Sampdoria itu diproyeksikan sebagai penjaga gawang ketiga sehingga Como akhirnya memberikan izin kepadanya untuk mencari klub baru.
Kepindahan Audero ke Rayo Vallecano kemudian resmi diumumkan pada Rabu (2/9/2026).
Namun, pada saat bersamaan, Como juga harus menghadapi persoalan berbeda dengan Törnqvist.
Kiper asal Swedia tersebut sebenarnya masih berada dalam rencana Fabregas sebagai pelapis Jean Butez.
Akan tetapi, Tornqvist ingin pergi karena membutuhkan menit bermain yang lebih banyak.
Fabregas mengaku cukup terkejut dengan perubahan sikap Tornqvist. Pasalnya, sang pelatih menilai kiper tersebut sebelumnya menunjukkan sikap yang sangat baik selama delapan bulan.
"Lima hari lalu, Noel datang kepada saya dan mengatakan bahwa dia memiliki beberapa opsi transfer," kata Fabregas seperti dilansir Goal Italia.
Fabregas sebenarnya tidak langsung menutup pintu bagi Tornqvist untuk meninggalkan Como.
Namun, ia meminta klub terlebih dahulu mendapatkan kiper pengganti karena membutuhkan tiga penjaga gawang untuk mengarungi musim.
Situasi kemudian menjadi rumit karena Törnqvist disebut berusaha memaksakan keinginannya untuk hengkang.
Cara tersebut yang membuat Fabregas merasa kecewa terhadap sang pemain.
"Selama delapan bulan, saya melihat sosok yang luar biasa, dan dalam dua hari, saya melihat sosok yang berbeda. Itu mengerikan," kata Fabregas.
Como akhirnya dipaksa bergerak cepat di bursa transfer untuk mencari penjaga gawang baru.
Klub asal Italia itu sempat membidik sejumlah kiper Italia yang bermain di Serie B maupun kompetisi lainnya.
Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil sesuai harapan.
Kesempatan kemudian terbuka setelah Chelsea merekrut Emiliano Martinez sehingga Robert Sanchez tersedia untuk dilepas.
Fabregas mengakui Sanchez bukan bagian dari rencana awal Como. Akan tetapi, perubahan situasi di bursa transfer membuat mereka akhirnya bisa mendapatkan kiper asal Spanyol tersebut.
"Kami juga mencari kiper Italia di Serie B dan liga lainnya, tetapi tidak menemukan apa yang kami cari. Kemudian Chelsea merekrut Emiliano Martinez dan kesempatan untuk Robert Sanchez muncul," ujar Fabregas.
Sanchez pun akhirnya bergabung dengan Como dan menjadi salah satu kandidat utama di bawah mistar.
Ia akan bersaing dengan Jean Butez untuk memperebutkan posisi penjaga gawang utama.
Sementara itu, Audero kini memulai petualangan baru bersama Rayo Vallecano.
Kepindahan tersebut menjadi kesempatan bagi kiper Timnas Indonesia itu untuk kembali mendapatkan menit bermain di kompetisi level teratas Eropa.
Di Rayo Vallecano, Audero harus bersaing dengan Dani Cardenas, Augusto Batalla, dan Adrián Molina.
Cardenas menjadi salah satu pesaing terdekat setelah tampil dalam tiga pertandingan awal Rayo di LaLiga.
Adapun Batalla yang sebelumnya menjadi pilihan utama tengah mengalami cedera.
Kondisi tersebut membuat peluang Audero untuk masuk dalam persaingan posisi utama cukup terbuka.
Di sisi lain, Como kini harus melanjutkan musim dengan Sanchez dan Butez sebagai dua opsi utama setelah kepergian Audero dan Tornqvist.