Suara.com - Persija Jakarta terus mematangkan persiapan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Salah satu hal yang menjadi perhatian pelatih Shin Tae-yong adalah terciptanya persaingan ketat di dalam skuad.
Persija telah menjalani sejumlah agenda selama masa pramusim. Macan Kemayoran mengikuti Piala Presiden 2026, menggelar training camp selama dua pekan di Thailand, menjalani dua laga uji coba, hingga menghadapi Brisbane Roar dalam pertandingan persahabatan internasional.
Rangkaian persiapan tersebut memberikan kesempatan bagi Shin Tae-yong untuk melihat perkembangan para pemainnya. Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku cukup puas dengan performa skuad sepanjang pramusim.
![Pelatih Persija Shin Tae-yong saat konferensi pers menjawab pertanyaan awak media mengenai nasib Van Basty Souza di tim besutannya jelang bergulirnya Super League 2026/2027 [dok. Persija].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/29/33352-pelatih-persija-shin-tae-yong.jpg)
Dalam seluruh rangkaian pertandingan tersebut, Persija mencatatkan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Bagi Shin Tae-yong, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran untuk menilai perkembangan tim.
Ia melihat ada sejumlah aspek permainan yang mengalami peningkatan. Tempo permainan, distribusi bola, kedisiplinan antarlini, serta kondisi fisik pemain dinilai semakin berkembang.
Shin Tae-yong juga menilai komposisi skuad Persija saat ini sudah cukup mumpuni untuk menghadapi kompetisi panjang. Salah satu alasannya adalah hampir seluruh posisi memiliki lebih dari satu pemain yang bisa diandalkan.
Menurut Shin Tae-yong, terdapat dua hingga tiga pemain yang memiliki peluang untuk mengisi posisi utama. Kondisi tersebut membuat persaingan internal semakin terbuka karena setiap pemain harus menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Sekarang persaingan di setiap posisi ada dua hingga tiga pemain dan semuanya tampil sangat baik. Jadi pun yang bermain, tidak mudah mengetahui siapa yang akan menjadi pemain inti,” kata Shin Tae-yong di laman resmi klub.
Persaingan tersebut salah satunya terlihat di posisi penjaga gawang. Persija memiliki empat kiper dengan latar belakang dan pengalaman berbeda yang sama-sama berpeluang mendapatkan kepercayaan sebagai pilihan utama.
Andritany Ardhiyasa menjadi salah satu nama paling berpengalaman di sektor tersebut. Kiper senior itu juga sudah cukup lama menjadi bagian penting dalam perjalanan Persija.
Selain Andritany, Persija memiliki Hafizh Rizkianur yang menjadi salah satu penjaga gawang muda dalam skuad. Macan Kemayoran juga mendatangkan Aqil Savik dan Nadeo Argawinata untuk memperkuat persaingan di bawah mistar.
Kehadiran empat kiper tersebut membuat Shin Tae-yong memiliki sejumlah pilihan sebelum menentukan penjaga gawang utama.
Persaingan tidak hanya terjadi di posisi tersebut, tetapi juga di lini pertahanan, tengah, hingga sektor penyerangan.
Situasi ini menjadi bagian dari upaya Shin Tae-yong membangun skuad yang memiliki kedalaman.
Dengan kompetisi yang berlangsung sepanjang musim, Persija membutuhkan lebih dari satu pemain untuk setiap posisi.
Para pemain pun dituntut menjaga performa sejak sesi latihan. Sebab, posisi di starting XI tidak bisa dianggap aman ketika terdapat pemain lain yang memiliki kualitas dan kesempatan untuk menggantikannya.
Persija kini tinggal menuntaskan persiapan terakhir sebelum menghadapi Super League 2026/2027.
Shin Tae-yong akan kembali menentukan komposisi terbaik berdasarkan performa pemain dalam latihan dan pertandingan.