NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB
NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya
Gunung Anak Krakatau (NASA)
baca 10 detik
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung lebih dari 24 jam hingga terekam satelit NASA.

  • Semburan abu vulkanik mencapai 50.000 kaki dan sempat menutup delapan bandara di Indonesia.

  • Status Gunung Anak Krakatau saat ini bertahan pada level siaga dua atau Waspada.

Suara.com - Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan gejolak dahsyat dengan melontarkan abu vulkanik hingga ketinggian 50.000 kaki ke angkasa. Erupsi hebat yang berlangsung lebih dari 24 jam ini membumbung tinggi hingga citranya tertangkap jelas oleh satelit NASA dari ruang angkasa.

Kedahsyatan letusan yang terjadi pada 5 hingga 6 September tersebut berdampak langsung pada kelancaran transportasi udara di sekitar Samudra Hindia. Ribuan jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan serta delapan bandara di Pulau Jawa dan Sumatra terpaksa menghentikan operasinya sementara waktu.

Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebaran kolom abu membubung hingga 20.000 kaki di sisi timur dan mencapai 50.000 kaki ke arah barat. Fenomena ini membuktikan betapa besarnya daya dorong material vulkanik yang dikeluarkan dari perut bumi.

Gunung Anak Krakatau (NASA)
Gunung Anak Krakatau (NASA)

Hasil rekaman satelit Landsat 8 milik NASA dan U.S. Geological Survey memperlihatkan gumpalan abu tebal membentang luas menyeberangi Samudra Hindia. Sapuan angin membawa material erupsi tersebut melintasi jalur penerbangan sibuk yang menghubungkan wilayah Jawa dan Sumatra.

Meski situasi penerbangan di kedua pulau kini telah berangsur pulih, pihak berwenang tetap menempatkan gunung aktif ini pada status siaga level dua. Karakteristik erupsi Anak Krakatau kini kembali pada pola letusan kecil yang terjadi secara berkala.

Riwayat kebencanaan mencatat bahaya laten dari gunung ini pernah memicu tanah longsor bawah laut yang memicu tsunami dahsyat pada tahun 2018. Pengalaman kelam tersebut membuat otoritas terkait terus memantau pergerakan aktivitas magmatis secara ketat demi mengantisipasi ancaman susulan.

Lahir di tengah perairan Selat Sunda, pulau vulkanik ini tumbuh dari sisa-sisa kaldera pasca-letusan legendaris Krakatau pada tahun 1883. Erupsi induknya kala itu berlangsung selama lebih dari lima bulan dan diakui sebagai salah satu bencana vulkanik paling mematikan dalam sejarah peradaban manusia.

Reruntuhan kaldera Krakatau yang awalnya tenggelam di bawah permukaan laut perlahan membentuk daratan baru yang muncul ke udara sekitar tahun 1930. Sejak saat itu, Anak Krakatau konsisten menunjukkan aktivitas vulkanik yang dinamis dan kerap bergolak secara tiba-tiba.

Posisi geografis Anak Krakatau berada tepat di dalam kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang membentang sepanjang 25.000 mil. Kawasan tektonik paling aktif di bumi ini mengelilingi Samudra Pasifik dan menjadi rumah bagi dua pertiga gunung berapi aktif di dunia.

baca juga

Kondisi geologis yang berada di jalur cincin api membuat aktivitas vulkanik di kawasan ini sangat rentan mengalami peningkatan fase erupsi secara mendadak. Pemerintah mengimbau seluruh pihak untuk tetap waspada mengingat dinamika Anak Krakatau yang sulit diprediksi secara pasti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Terkini

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:26 WIB

×