-
Erupsi Gunung Anak Krakatau menutup penerbangan Jakarta dan memaksa kepulangan Persija Jakarta berputar arah.
-
Skuad Persija menempuh rute gabungan darat dan udara via Balikpapan dan Yogyakarta untuk kembali.
-
Persija mengantongi kemenangan langka 1-0 atas Borneo FC sebelum melakoni perjalanan panjang tersebut.
Suara.com - Persija Jakarta harus menjalani perjalanan pulang yang lebih panjang setelah aktivitas penerbangan menuju Jakarta terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Skuad Macan Kemayoran sebelumnya dijadwalkan terbang langsung dari Samarinda menuju Jakarta pada Minggu (6/9/2026), sehari setelah menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri.
Namun, rencana tersebut harus berubah. Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu malam berdampak terhadap aktivitas penerbangan dari dan menuju Jakarta.
![Kolase logo Borneo fc vs Persija Jakarta [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/05/15023-borneo-fc-vs-persija-jakarta.jpg)
Sebaran abu vulkanik membuat Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma menghentikan sementara aktivitas operasional hingga pukul 18.00 WIB.
Situasi tersebut membuat rombongan Persija yang terdiri dari pemain, pelatih, dan ofisial harus mencari alternatif perjalanan agar tetap bisa kembali ke Ibu Kota.
Persija akhirnya tidak langsung terbang dari Samarinda menuju Jakarta. Tim terlebih dahulu harus menempuh perjalanan darat menuju Balikpapan.
Setelah tiba di Balikpapan, rombongan Persija melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat menuju Yogyakarta.
Perjalanan belum selesai setelah mendarat di Yogyakarta. Skuad asuhan Shin Tae-yong kemudian kembali menggunakan jalur darat dengan bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Dengan perubahan tersebut, rute kepulangan Persija menjadi Samarinda-Balikpapan-Yogyakarta-Jakarta.
“Dampak erupsi Anak Krakatau membuat perjalanan Persija menuju Jakarta mengalami penyesuaian rute. Dari semula Samarinda-Jakarta, menjadi Samarinda-Balikpapan-Yogyakarta-Jakarta,” kata Media Officer Persija Jakarta, Kukuh Wahyudi, dalam keterangannya kepada awak media.
Meski harus menghadapi perjalanan yang cukup berliku, Persija setidaknya memiliki modal positif selama berada di Samarinda.
Macan Kemayoran pulang dengan membawa tiga poin setelah berhasil menundukkan Borneo FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Segiri, Sabtu (5/9/2026).
Alexander Jeremejeff menjadi penentu kemenangan Persija melalui gol yang dicetak pada menit 45+1.
Hasil tersebut menjadi kemenangan penting bagi Persija sekaligus mengakhiri penantian panjang mereka di markas Borneo FC.
Persija terakhir kali meraih kemenangan di Stadion Segiri pada 2017. Artinya, Macan Kemayoran harus menunggu sekitar sembilan tahun untuk kembali membawa pulang kemenangan dari kandang Pesut Etam.