BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

Muhamad Yasir

Senin, 07 September 2026 | 09:18 WIB
BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe
ampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
baca 10 detik
  • BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk meluruhkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Pelaksanaan penyemaian hujan masih menunggu kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan akibat gangguan material vulkanik.
  • BNPB berkoordinasi dengan pemerintah daerah terdampak untuk memantau situasi warga tanpa adanya penetapan status kedaruratan bencana.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meluruhkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.

Pesawat untuk operasi tersebut bahkan telah disiapkan di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Namun, pelaksanaan OMC masih menunggu kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan memungkinkan.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan OMC menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu menurunkan material abu vulkanik dari atmosfer melalui pembentukan atau penyemaian hujan.

"Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe," kata Suharyanto dikutip dari ANTARA, Senin (7/9/2026).

Selain penyemaian awan, BNPB juga menyiapkan teknik water mist untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.

Menurut Suharyanto, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan OMC karena abu vulkanik masih berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

Sejumlah bandara masih ditutup atau mengalami gangguan operasional sebagai langkah antisipasi terhadap risiko material vulkanik.

BNPB Pantau Wilayah Terdampak

Menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau, BNPB juga telah berkoordinasi secara daring dengan BPBD di wilayah terdampak abu vulkanik. Koordinasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat sekaligus kebutuhan penanganan di lapangan.

baca juga

"Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi," katanya.

BNPB juga mengirimkan personel ke sejumlah lokasi terdampak untuk memantau langsung situasi masyarakat dan memastikan kesiapan pemerintah daerah menghadapi kemungkinan dampak lanjutan aktivitas vulkanik.

Suharyanto meminta pemerintah daerah memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana dalam kondisi siap.

Kesiapan itu mencakup sistem peringatan dini seperti sirine, tempat evakuasi, rencana kontingensi, hingga stok pangan dan kebutuhan dasar yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

"Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong," katanya.

Hingga saat ini, Suharyanto menyatakan belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana.

Meski demikian, BNPB akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta dampaknya terhadap masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

News | Senin, 07 September 2026 | 08:56 WIB

Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang Jadi Wilayah Terparah Terdampak Abu Anak Krakatau!

Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang Jadi Wilayah Terparah Terdampak Abu Anak Krakatau!

News | Senin, 07 September 2026 | 08:42 WIB

MBG Dihentikan Sementara di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

MBG Dihentikan Sementara di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 08:18 WIB

Terkini

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

×