-
Timnas Indonesia U-20 lolos ke Piala Asia U-20 2027 usai mengalahkan Australia 2-0.
-
Kekalahan Australia memicu kritik pedas dari kreator konten Olan Tekkers di kanal YouTube.
-
Absennya pemain kunci akibat penahanan dari klub A-League dinilai menjadi penyebab kegagalan Australia.
Suara.com - Timnas Indonesia U-20 berhasil membuat kejutan dengan menyingkirkan Australia dari persaingan menuju Piala Asia U-20 2027. Kegagalan tersebut rupanya ikut memantik komentar pedas dari seorang kreator konten asal Australia.
Kreator bernama Olan Tekkers membahas kegagalan Australia U-20 dalam sebuah video di kanal YouTube The Failed Footballer, Senin (7/9/2026).
Dalam pembahasannya, Olan menyoroti kekalahan Australia dari Timnas Indonesia U-20 yang membuat tim berjuluk Young Socceroos gagal mempertahankan status sebagai juara bertahan.
![Timnas Indonesia U-20 masih bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia U-20 hingga babak pertama berakhir dalam laga Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Senin (31/8/2026). [Dok PSSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/31/43892-timnas-indonesia-u-20-vs-malaysia.jpg)
“Mari kita membahas Socceroos yang gagal lolos ke Piala Asia. Mereka memenanginya pada 2025 dan sekarang mereka tersingkir. Mereka kalah dari Indonesia, Bro,” ujar Olan Tekkers.
Australia U-20 sebelumnya datang dengan status juara bertahan. Namun, langkah mereka di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 justru terhenti setelah kalah 0-2 dari Timnas Indonesia U-20.
Hasil tersebut membuat Australia hanya mampu finis di posisi ketiga Grup H. Sebaliknya, Garuda Muda keluar sebagai juara grup sekaligus memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027.
Namun, komentar Olan kemudian memancing reaksi dari publik Indonesia. Ia menyebut bahwa dirinya merasa heran Australia bisa kalah dari Indonesia.
“Sekarang, saya tidak ingin bersikap tidak menghormati, tetapi ayolah. Ini Indonesia, Bro. Kalian tahu, orang-orang ini tidak tahu soal sepak bola,” ucapnya.
Pernyataan tersebut membuat Olan Tekkers menjadi sasaran komentar netizen Indonesia di media sosial. Ucapannya dinilai menjadi sorotan karena disampaikan setelah Australia U-20 justru gagal melaju ke putaran final.
Meski begitu, Olan juga memberikan sudut pandang mengenai kondisi skuad Australia. Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi Young Socceroos adalah tidak tampil dengan kekuatan penuh.
Sejumlah pemain dari kompetisi domestik Australia disebut tidak bergabung dengan tim untuk pertandingan tersebut. Beberapa nama yang disorot di antaranya Lawrence Wong, Medin Memeti, dan Amlani Tatu.
Olan kemudian mempertanyakan keputusan klub-klub A-League yang menahan pemain mereka pada periode tersebut. Menurutnya, para pemain muda Australia sebenarnya bisa mendapatkan pengalaman berharga jika tampil di Piala Asia.
“Menurut kalian bagaimana? Apakah menurut kalian banyak klub A-League benar karena menahan para pemain mereka karena ini merupakan pramusim dan mereka bisa mengalami cedera, atau menurut kalian tim nasional harus selalu menjadi prioritas utama?” lanjutnya.
“Para pemain yang tampil di level internasional, bermain di Piala Asia tahun depan, sebenarnya bisa saja melakukan hal-hal luar biasa untuk karier mereka,” tutur Olan Tekkers.
Karena itu, Olan justru mengkritik keputusan klub-klub Australia yang tidak melepas sejumlah pemain untuk memperkuat tim nasional U-20.
“Sekarang, mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk tampil di turnamen tersebut. Menurut saya, A-League jelas salah karena tidak mengizinkan para pemain itu pergi dan bermain untuk negara mereka,” tutupnya.
Di sisi lain, Timnas Indonesia U-20 berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan tampil solid saat menghadapi Australia.
Kemenangan 2-0 memastikan Garuda Muda finis di puncak Grup H dan berhak tampil di Piala Asia U-20 2027.