- Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, belum memainkan debut Liga Champions saat Lille melawan Real Betis di Stadion Pierre-Mauroy.
- Real Betis mengalahkan tuan rumah Lille dengan skor 3-2 setelah mencetak dua gol pada awal babak kedua pertandingan tersebut.
- Pelatih Lille, Davide Ancelotti, meminta seluruh pemainnya untuk belajar mengendalikan emosi setelah Ethan Mbappe mendapat kartu merah.
Suara.com - Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk harus bersabar untuk bisa melakoni debut di Liga Champions.
Calvin Verdonk tak dimainkan saat pertandingan Liga Champions antara Lille vs Real Betis.
Pada laga dinihari tadi, juga menjadi debut buat pelatih Lille Davide Ancelotti di Liga Champions.
Sayang pada laga debutnya itu Davide Ancelotti tak mampu membawa Lille meraih kemenangan.
Lille harus mengakui keunggulan Real Betis dengan skor 2-3 dalam pertandingan matchday pertama di Stadion Pierre-Mauroy.
Lille sebenarnya mengawali pertandingan dengan meyakinkan.
Bahkan, tuan rumah mampu menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 setelah Ayase Ueda dan Alexsandro mencatatkan nama mereka di papan skor.
Ueda membuka keunggulan Lille pada menit ke-12.
Penyerang asal Jepang itu memanfaatkan umpan Ethan Mbappé di tiang jauh untuk membawa tim asuhan Ancelotti unggul lebih dulu.
Namun, Betis tidak tinggal diam. Marc Bartra menyamakan kedudukan pada menit ke-33 setelah memanfaatkan situasi bola mati.
Lille kemudian kembali memimpin tiga menit berselang. Alexsandro menyundul bola hasil sepak pojok untuk mengubah skor menjadi 2-1 hingga turun minum.
Masalah besar Lille muncul setelah jeda. Hanya dalam rentang sekitar 10 menit, keunggulan tuan rumah berubah menjadi petaka.
Bartra kembali menjadi mimpi buruk Lille. Bek Betis tersebut mencetak gol keduanya pada menit ke-49 melalui tendangan bebas untuk membuat skor kembali imbang 2-2.
Empat menit kemudian, giliran Troy Parrott yang membalikkan keadaan. Penyerang Betis itu mencetak gol pada menit ke-53 sekaligus membawa tim tamu unggul 3-2.
Pada laga ini, Lille juga harus bermain dengan 10 orang setelah Ethan Mbappe mendapat kartu merah.
Alih-alih menyudutkan Ethan, Ancelotti memilih mengingatkan seluruh skuad Lille mengenai pentingnya mengendalikan emosi dalam pertandingan.
“Saya sudah berbicara dengan semua pemain. Dalam sepak bola ada banyak frustrasi, dan itu merupakan bagian dari olahraga ini, tetapi kami harus belajar mengelola emosi,” ujar Ancelotti seperti dikutip dari Tuttomercatoweb
Menurut pelatih asal Italia tersebut, kemampuan mengendalikan emosi merupakan aspek yang harus terus diasah oleh para pemain Lille.
Ia bahkan menegaskan hal itu perlu menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari dalam latihan.
“Ini adalah aspek yang harus kami kerjakan setiap hari dalam latihan,” katanya.
Ancelotti juga memberikan pembelaan terhadap Ethan.
Menurutnya, pembicaraan mengenai insiden tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain berusia 20 tahun itu, tetapi kepada seluruh anggota tim.
“Pembicaraan itu bukan hanya ditujukan kepada Ethan, tetapi kepada seluruh tim,” kata Ancelotti.
Ia menilai Ethan akan belajar dari kesalahan tersebut. Sang pemain juga disebut menjadi orang pertama yang menyesali tindakannya.
“Dia pasti akan belajar dari kejadian ini. Dia adalah orang pertama yang menyesal dan tahu bahwa dia tidak boleh bertindak seperti itu,” ujar Ancelotti.