Pesan PSSI untuk Bobotoh jelang Persija Jakarta vs Persib, Yunus Nusi: Demi Kampanye Persaudaraan

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 11 September 2026 | 09:06 WIB
Pesan PSSI untuk Bobotoh jelang Persija Jakarta vs Persib, Yunus Nusi: Demi Kampanye Persaudaraan
Jadwal Lengkap Persija Jakarta di Super League 2026/2027: Debut Shin Tae-yong hingga Duel vs Persib [Instagram Persija]
baca 10 detik
  • PSSI melarang pendukung Persib Bandung hadir di SUGBK demi menjaga keamanan pertandingan.
  • Wacana kehadiran perwakilan suporter tamu dibatalkan demi mengantisipasi potensi gesekan antar massa.
  • Pendukung Persib diimbau menyaksikan laga Persija vs Persib melalui acara nonton bareng.

Suara.com - PSSI mengimbau suporter Persib Bandung untuk tidak memaksakan diri datang ke Jakarta demi menyaksikan langsung pertandingan melawan Persija Jakarta pada pekan kedua Super League 2026/2027. Ini dilakukan guna menjaga keamanan dan kenyamanan.

Persija dijadwalkan menjamu Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Pertandingan tersebut menjadi salah satu laga yang paling mendapat perhatian karena mempertemukan dua klub dengan rivalitas panjang di sepak bola Indonesia.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, berharap pertandingan Persija vs Persib dapat berlangsung aman dan tertib. Ia juga mengapresiasi proses penyelenggaraan laga yang telah memperoleh izin dari pihak keamanan.

Sebelumnya, PSSI sebenarnya berharap pertandingan tersebut bisa menjadi momentum untuk kembali menghadirkan suporter tim tamu di stadion. Bahkan, sempat muncul gagasan agar sejumlah kecil perwakilan suporter Persib hadir di SUGBK sebagai simbol persaudaraan.

"Kami awalnya berharap pertandingan ini dapat dihadiri perwakilan suporter Persib Bandung, meski hanya lima atau sepuluh orang," kata Yunus Nusi di kawasan Senayan, Jakarta.

"Ini demi kampanye persaudaraan, persahabatan, dan menyampaikan bahwa rivalitas itu hanya pada dua klub yang bertanding," jelasnya.

Namun, gagasan tersebut pada akhirnya diserahkan kepada pihak keamanan, Persija, dan The Jakmania. PSSI memahami bahwa pertandingan ini memiliki tingkat rivalitas yang tinggi sehingga aspek keamanan menjadi pertimbangan utama.

"Tetapi PSSI menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan, Persija dan The Jakmania bila hal ini belum memungkinkan," ujarnya.

Yunus berharap kondisi sepak bola Indonesia secara bertahap semakin kondusif. Dengan begitu, suporter diharapkan bisa kembali mendampingi tim kesayangannya ketika menjalani pertandingan tandang.

baca juga

"Ke depan PSSI akan pelan-pelan hal ini bisa terjadi yakni suporter Persib bisa ke laga home Persija atau sebaliknya, begitu juga seperti suporter Arema FC dengan Persebaya," tuturnya.

Menurut Yunus, kehadiran suporter tim tamu bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Ia menilai komunikasi serta niat baik dari seluruh pihak menjadi kunci agar situasi tersebut bisa kembali tercipta.

"Insyaallah, dengan komunikasi dan niat baik dari semua pihak, hal itu sangat mungkin terwujud. Karena sejatinya, sepakbola adalah pemersatu bangsa, bukan sesuatu yang memisahkan kita," katanya.

Yunus juga meminta seluruh suporter Persija dan Persib tidak mudah terpancing provokasi selama pertandingan berlangsung. Ia mengingatkan agar para pendukung kedua klub mematuhi aturan serta menghormati petugas keamanan.

"Saya juga mengajak seluruh suporter, baik Persib maupun Persija, untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas," ujar Yunus.

"Jangan mudah terprovokasi, jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, dan mari kita hormati aturan serta aparat keamanan yang bertugas."

Ia menegaskan rivalitas antara Persija dan Persib seharusnya hanya terjadi selama pertandingan berlangsung. Di luar lapangan, kedua kelompok suporter tetap berada dalam satu bangsa dan tidak seharusnya saling bermusuhan.

"Rivalitas cukup 90 menit di lapangan. Di luar itu, kita tetap satu bangsa, satu Indonesia," tegasnya.

Atas pertimbangan tersebut, Yunus secara khusus meminta Bobotoh untuk tidak memaksakan diri hadir di Jakarta ataupun menyaksikan laga secara langsung di SUGBK.

Ia menyarankan suporter Persib menikmati pertandingan melalui kegiatan nonton bareng di daerah masing-masing. Menurutnya, langkah tersebut menjadi pilihan yang lebih baik demi menjaga keamanan dan kondusivitas pertandingan.

"Setelah melihat situasi dan kondisi terkini dan komitmen bersama untuk sepakbola Indonesia, akan lebih baik suporter Persib melakukan nonton bareng saja di tempat atau daerah masing-masing," kata Yunus.

"Jangan memaksakan diri untuk datang ke Jakarta dan atau ke Stadion Gelora Bung Karno," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija

GBLA Membara! Ribuan Bobotoh Suntik Semangat Persib Sebelum Tarung di Markas Persija

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 19:06 WIB

Jelang Persija vs Persib, Umuh Muchtar Tegas: Bobotoh Jangan Datang ke GBK Bisa Celaka

Jelang Persija vs Persib, Umuh Muchtar Tegas: Bobotoh Jangan Datang ke GBK Bisa Celaka

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 18:26 WIB

Ivan Mamut Resmi Merapat, Persija Punya Senjata Baru Memburu Gelar Super League

Ivan Mamut Resmi Merapat, Persija Punya Senjata Baru Memburu Gelar Super League

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 16:29 WIB

Terkini

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

OTT Suap HGB di Kementerian ATR/BPN, KPK Sita Uang Tunai Rp 106,3 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:58 WIB

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

4 Shio Paling Hoki Besok 16 September 2026, Masa Sulit Akhirnya Terlewati

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 20:55 WIB

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Pembelaan Eks Bomber Timnas Indonesia Jhon van Beukering Hajar Pemain hingga Gigi Korban Rontok

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 20:52 WIB

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

Peran Fahd A Rafiq: Orang Kepercayaan Nusron Wahid, Tampung Uang Gratifikasi Miliaran Rupiah!

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:47 WIB

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Kabut Asap Pekat, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Jarak Jauh

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 20:46 WIB

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

Hasil Pemeriksaan Masih Berjalan, Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi Jurnalis Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:44 WIB

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 20:42 WIB

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:40 WIB

×