Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:08 WIB
Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?
Video viral kaca etalase Prancis tahan benturan memicu promosi klaim produk tanpa sertifikasi resmi. (IG)
baca 10 detik
  • Rekaman video etalase pertokoan Prancis yang tahan benturan viral dimanfaatkan produsen Tiongkok untuk promosi.

  • Klaim kaca anti pecah dan tahan peluru tersebut belum memiliki sertifikasi teknis independen.

  • Pembelian material keamanan bangunan tetap memerlukan dokumen sertifikasi resmi serta pengujian standar industri.

Suara.com - Sebuah kaca jendela etalase toko di Prancis berhasil menahan gempuran tendangan serta lemparan batu tanpa jebol. Fenomena ketahanan material tersebut langsung dimanfaatkan perusahaan spesialis kaca antipecah asal Henan, Tiongkok, Hengxinfeng Special-Glass Co. Ltd., untuk mempromosikan produk yang mereka klaim antipecah.

Tayangan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan retakan menjalar ke seluruh permukaan kaca tanpa membuat dinding pelindung tersebut tembus. Karakteristik ini menunjukkan perilaku khas kaca pengaman terlaminasi yang dirancang menahan fragmen agar tidak berhamburan saat menerima tekanan ekstrem.

Dikutip dari Yahoonews, klaim pemasaran yang menyebut material tersebut "tidak dapat pecah" atau "tahan peluru" hingga kini belum terbukti secara teknis. Pihak produsen belum menyertakan dokumen spesifikasi ketebalan, komposisi material, maupun sertifikat pengujian independen atas produk yang dipromosikan.

Hingga saat ini belum ada kepastian hukum apakah panel kaca pada pertokoan di Prancis tersebut merupakan hasil produksi Hengxinfeng.

Keterkaitan antara video viral tersebut dengan kaca etalase Louis Vuitton Place Vendôme yang banyak disorot juga belum terverifikasi oleh lembaga independen.

Penilaian kelayakan material keamanan arsitektural membutuhkan pengujian terukur terhadap daya tahan benturan, penetrasi, serta kekuatan bingkai penopang. Evaluasi teknis wajib mengacu pada standar keamanan resmi seperti EN 356 dan tidak bisa hanya mengandalkan rekaman visual semata.

Penggunaan rekaman kejadian nyata sebagai materi promosi terbukti lebih efektif menarik perhatian publik dibandingkan peragaan produk konvensional.

Strategi pemasaran ini memanfaatkan visualisasi ketahanan material saat menerima beban stres secara langsung di lapangan.

Para profesional di bidang arsitektur dan keamanan disarankan tetap mengutamakan dokumen spesifikasi material serta garansi resmi sebelum mengambil keputusan pembelian. Keberadaan sertifikat uji klinis menjadi penentu utama dalam mengukur keandalan sistem perlindungan bangunan.

baca juga

Latar belakang maraknya penggunaan material kaca keamanan tinggi dipicu oleh meningkatnya kebutuhan perlindungan aset retail dari aksi pembobolan dan kejahatan jalanan.

Kaca pelindung terlaminasi dirancang khusus untuk memperlambat akses masuk pelaku kejahatan meskipun struktur fisiknya telah mengalami kerusakan permukaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anomali Ballon d'Or 2026: Taruhan Janggal dan Dugaan Informasi Orang Dalam

Anomali Ballon d'Or 2026: Taruhan Janggal dan Dugaan Informasi Orang Dalam

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:38 WIB

1314 Orang Ditangkap dalam Demonstrasi di Prancis, 53 Petugas Keamanan Jadi Korban

1314 Orang Ditangkap dalam Demonstrasi di Prancis, 53 Petugas Keamanan Jadi Korban

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Viral Suami Ngamuk! Istrinya Jarah Toko Baju saat Paris Kerusuhan, Hasil Jarah Dilempar

Viral Suami Ngamuk! Istrinya Jarah Toko Baju saat Paris Kerusuhan, Hasil Jarah Dilempar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Terkini

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

×