-
Radja Nainggolan dituntut dua tahun penjara terkait kasus pencucian uang jaringan narkoba di Belgia.
-
Sang pemain berdalih meminjam uang karena rekening banknya dibekukan akibat proses perceraian.
-
Tim kuasa hukum akan menyampaikan pembelaan penuh guna membebaskan kliennya pada pertengahan November.
Suara.com - Mantan gelandang AS Roma, Inter Milan, dan Cagliari, Radja Nainggolan, terseret kasus pencucian uang yang berkaitan dengan jaringan perdagangan narkoba internasional di Belgia. Pemain keturunan Batak tersebut bahkan terancam hukuman dua tahun penjara setelah jaksa meminta pengadilan menjatuhkan hukuman tersebut.
Seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport, Sabtu (31/10/2026), Kantor Kejaksaan Brussels telah menuntut hukuman dua tahun penjara terhadap pemain berusia 38 tahun itu. Selain hukuman penjara, jaksa juga meminta denda sebesar 105 ribu euro atau sekitar Rp2 miliar.
Radja Nainggolan merupakan pemain yang memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Marianus Nainggolan, yang berasal dari suku Batak.

Meski lahir dan besar di Belgia, ia pernah menjadi bagian dari generasi emas Timnas Belgia dan memperkuat sejumlah klub besar Italia.
Saat ini, Nainggolan masih berstatus sebagai pesepak bola profesional. Ia memperkuat Patro Eisden, klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Belgia.
Dalam kasus ini, Nainggolan diduga membantu pencucian uang senilai 105.500 euro yang berasal dari jaringan kriminal.
Namun, penting dicatat bahwa mantan pemain Timnas Belgia tersebut tidak didakwa terlibat langsung dalam perdagangan narkoba maupun menjadi anggota organisasi kriminal tersebut.
Penyelidikan kasus ini dimulai pada Maret 2023. Aparat penegak hukum Belgia berusaha mengungkap dugaan jaringan perdagangan kokain internasional dari Amerika Selatan menuju Eropa melalui Pelabuhan Antwerpen.
Pada Januari 2025, Kepolisian Yudisial Federal Brussels menggelar operasi besar-besaran dengan melakukan sekitar 30 penggeledahan di wilayah Antwerpen dan Brussels.
Sebanyak 18 orang ditangkap dalam operasi tersebut, termasuk Nainggolan yang sempat menjalani penahanan selama satu malam.
Nama Nainggolan masuk dalam penyelidikan setelah menerima uang lebih dari 100 ribu euro dari Nasr-Eddine Sekkaki, saudara dari Ashraf Sekkaki yang dikenal sebagai salah satu kriminal terkenal di Belgia.
Menurut penyelidikan jaksa, uang tersebut kemudian dikembalikan secara bertahap melalui rekening ibu Sekkaki.
Dalam sejumlah transaksi perbankan, Nainggolan diduga mencantumkan pekerjaan konstruksi fiktif sebagai keterangan pembayaran untuk menyamarkan asal-usul uang tersebut.
Jaksa menilai data yang diperoleh dari ponsel Nainggolan menunjukkan bahwa sang pemain mengetahui aktivitas tersebut dan memahami bantuan yang diberikannya kepada Sekkaki.
Di sisi lain, pihak pembela Nainggolan membantah adanya unsur kesengajaan dalam dugaan tindak pidana pencucian uang tersebut.