- Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, menyatakan klubnya Sassuolo sedang menghadapi periode sulit di Serie A musim 2026/2027.
- Idzes menilai masalah utama Sassuolo terletak pada kelemahan mentalitas, konsentrasi, dan kegagalan mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
- Ia menekankan pentingnya fleksibilitas taktik pertahanan serta peningkatan keberanian pemain untuk menghalau serangan lawan.
Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, angkat bicara mengenai situasi sulit yang sedang dialami klubnya, Sassuolo, di Liga Italia Serie A 2026/2027.
Jay Idzes mengakui kualitas tim sebenarnya cukup baik, tetapi persoalan mentalitas dan konsentrasi masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Dikutip dari TuttoMercatoWeb, Idzes mengakui timnya sedang melewati periode yang tidak mudah.
Menurutnya, Sassuolo sebenarnya memiliki kualitas untuk bersaing, tetapi belum mampu menjaga konsistensi sepanjang pertandingan.
"Ini jelas merupakan periode sulit bagi kami karena menurut saya kami memiliki tim yang bagus. Jika melihat pertandingan-pertandingan yang dijalani, kami hampir selalu bisa mencetak gol," kata Idzes.

Namun, bek berusia 26 tahun itu menilai Sassuolo masih kesulitan membaca situasi pertandingan, terutama ketika harus mempertahankan keunggulan.
Ia mencontohkan gol pertama Fiorentina yang tercipta menjelang akhir babak pertama.
Menurut Idzes, para pemain seharusnya mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.
"Kami harus memahami situasi pertandingan dan kapan sangat penting untuk tidak kebobolan. Dalam situasi gol pertama yang kami terima hari ini, seharusnya kami bisa membawa keunggulan 1-0 ke ruang ganti," ujarnya.
Idzes mengingatkan Sassuolo tidak bisa terus membiarkan lawan mencetak banyak gol. Jika masalah tersebut tidak segera diperbaiki, situasi tim akan semakin sulit.
"Kami memiliki tim yang hebat dan harus membuktikannya dengan mentalitas. Kami harus menunjukkan determinasi dan tetap bersatu sampai akhir," tegasnya.
Jay Idzes Soroti Rapuhnya Pertahanan Sassuolo
Dalam kesempatan tersebut, Idzes juga membahas pendekatan permainan yang perlu diterapkan Sassuolo untuk memperbaiki performa lini belakang.
Menurutnya, tim tidak harus selalu bermain dengan garis pertahanan rendah ataupun terus melakukan tekanan tinggi.
Kedua pendekatan tersebut bisa diterapkan sesuai dengan perkembangan pertandingan.