Hasil Investigasi Media The Washington Post Sebut Polisi Indonesia Lontarkan 40 Amunisi Picu Kengerian Kanjuruhan

Suara Cianjur

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:08 WIB
Hasil Investigasi Media The Washington Post Sebut Polisi Indonesia Lontarkan 40 Amunisi Picu Kengerian Kanjuruhan
aksi 1.000 lilin Tragedi Kanjuruhan (Foto Istimewa / Suara.com)

Media itu juga menuslikan tentang pejabat kepolisian setempat mengatakan, kalau penggunaan gas air mata dibenarkan akibat adanya anarki. Namun para ahli pengendalian massa meninjau video rekonstruksi yang disediakan oleh The Post tak setuju.

Tanggapan polisi tersebut melanggar protokol Persatuan Sepak Bola Indonesia (FA), yang menyatakan kalau semua pertandingan sepakbola harus mematuhi ketentuan keamanan, yang ditetapkan FIFA, sebagai badan pengatur sepak bola dunia.

Secara tegas FIFA melarang gas air mata sebagai pengendali massa, digunakan dalam stadion. Tak hanya itu, FIFA juga memberikan amanat soal gerbang keluar dan pintu keluar darurat, suapay tidak terhalang setiap saat.

Situasi di Stadion Kanjuruhan Malang usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya [Foto Istimewa / Suara.com / ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]
Situasi di Stadion Kanjuruhan Malang usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya (sumber: Foto Istimewa / Suara.com / ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Video yang disediakan secara eksklusif menunjukkan bahwa, kepolisian usai pertandingan berakhair menembakkan 40 amunisi tidak mematikan, ke penggemar di lapangan atau di bagian tribun.

Sebagian besar gas air mata melayang menuju bagian tempat duduk, atau "tribun" nomor 11, 12 dan 13.

Kepolisian yang berdiri di depan seksi 13 bahkan menembakkan gas air mata ke lapangan dan naik ke tribun. Mendorong ribuan penonton supaya mengungsi dari tempat duduk mereka. Hal itu berdasarkan dari video yang telah beredar.

Menurut saksi mata, pemicu yang menjadi kemacetan suporter Arema di pintu keluar, yang hanya cukup lebar untuk dilewati satu atau dua secara sekaligus.

Usai insiden itu, sembilan petugas dan Kapolres Malang diberhentikan dari jabatannya, karena dianggap peran mereka dalam bencana tersebut. Sementara 18 orang lainnya sedang dilakukan pemeriksaan.

Kemudian seorang Profesor dari Universitas Keele di Inggris bernama Clifford Stott, turut mempelajari video soal situasi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

baca juga

Dirinya menuturkan, kalau apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, adalah akibat langsung dari tindakan kepolisian yang dikombinasikan dengan manajemen stadion yang buruk.

Bersama pakar, pengandalian massa lainnya termasuk empat pembela hak-hak sipil dikatakan kalau penggunaan gas air mata oleh polisi tidak profesional.

"Menembakkan gas air mata ke tribun penonton saat gerbang terkunci kemungkinan besar tidak akan menghasilkan apa-apa selain korban jiwa dalam jumlah besar. Dan itulah yang terjadi," kata Stott.

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tersangka Tragedi Kanjuruhan Dalam Waktu Cepat akan Diumumkan Polri, Sudah Ada?

Tersangka Tragedi Kanjuruhan Dalam Waktu Cepat akan Diumumkan Polri, Sudah Ada?

Cianjur | Kamis, 06 Oktober 2022 | 14:44 WIB

Usai Dibantai Indonesia, Timnas Guam Beri Kejutan ke Malaysia Sampai Bikin Pelatih Malu

Usai Dibantai Indonesia, Timnas Guam Beri Kejutan ke Malaysia Sampai Bikin Pelatih Malu

Cianjur | Rabu, 05 Oktober 2022 | 21:03 WIB

Polri Bikin Lomba Tulisan, Tema Humanis Bikin Jempol Warganet Gatal: Gimana Pak Nama Polri Tercoreng di Dunia

Polri Bikin Lomba Tulisan, Tema Humanis Bikin Jempol Warganet Gatal: Gimana Pak Nama Polri Tercoreng di Dunia

Cianjur | Rabu, 05 Oktober 2022 | 20:32 WIB

Terkini

Bank Jago Rilis Rapor Kredit, Bantu Nasabah Cek SLIK OJK dan Kelola Utang Lebih Bijak

Bank Jago Rilis Rapor Kredit, Bantu Nasabah Cek SLIK OJK dan Kelola Utang Lebih Bijak

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:12 WIB

5 Zodiak dengan Peruntungan Terbaik Hari Ini 10 Juli 2026

5 Zodiak dengan Peruntungan Terbaik Hari Ini 10 Juli 2026

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:12 WIB

Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama

Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:05 WIB

Perpisahan Tak Menunggu Kita Siap: Pelajaran dari Novel You've Reached Sam

Perpisahan Tak Menunggu Kita Siap: Pelajaran dari Novel You've Reached Sam

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:00 WIB

Tips Aman Jual Beli Akun Mobile Legends, Wajib Cek Status PSE Sebelum Transaksi

Tips Aman Jual Beli Akun Mobile Legends, Wajib Cek Status PSE Sebelum Transaksi

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:56 WIB

Petani di Lampung Utara Tewas Tertimpa Pohon yang Ditebangnya

Petani di Lampung Utara Tewas Tertimpa Pohon yang Ditebangnya

Lampung | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:54 WIB

Realme Narzo 100x 5G Meluncur 15 Juli, Bawa Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz dan AI Gemini

Realme Narzo 100x 5G Meluncur 15 Juli, Bawa Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz dan AI Gemini

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:47 WIB

Jerat SK ASN Palsu di Gresik: Pegawai DPMD Gresik Tersangka

Jerat SK ASN Palsu di Gresik: Pegawai DPMD Gresik Tersangka

Jatim | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:46 WIB

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:28 WIB

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:23 WIB

×