Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan

Achmad Fauzi

Senin, 25 Mei 2026 | 09:34 WIB
Ahli Ungkap Alasan Pemulihan Listrik Sumatra Tak Bisa Instan
Sejumlah warga menunggu pasokan listrik kembali menyala dengan penerangan lilin saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Gangguan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi, menyebabkan terputusnya aliran listrik pada jaringan interkoneksi Sumatra.
  • Direktur PUSKEPI menegaskan pemulihan listrik harus dilakukan secara bertahap demi menjaga stabilitas sistem serta keamanan jaringan.
  • PLN dinilai telah transparan dalam memberikan informasi terkini mengenai perkembangan proses pemulihan listrik kepada seluruh masyarakat.

Suara.com - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) Sofyano Zakaria menilai proses pemulihan listrik di Sumatra pascagangguan jaringan interkoneksi memang tidak bisa dilakukan secara instan.

Pemulihan listrik harus dilakukan secara bertahap demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan agar tidak memicu gangguan lanjutan.

Ia menjelaskan, dalam sistem kelistrikan berskala besar seperti Sumatra, proses normalisasi membutuhkan tahapan yang hati-hati. Hal itu berkaitan dengan mekanisme pengamanan jaringan yang bekerja otomatis saat terjadi gangguan pada jalur utama transmisi.

"Dalam sistem sebesar Sumatra, pemulihan memang harus dilakukan secara hati-hati agar jaringan kembali stabil sebelum seluruh pasokan listrik dinormalkan" ujar Sofyano dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Listrik padam massal. [Suara.com / M. Aribowo]
Listrik padam massal. [Suara.com / M. Aribowo]

Sebelumnya, PLN menyampaikan bahwa gangguan terjadi pada transmisi 275 kV di wilayah Muara Bungo, Jambi. Gangguan tersebut berdampak pada jaringan interkoneksi kelistrikan Sumatra sehingga memicu terganggunya pasokan listrik di sejumlah wilayah.

Menurut Sofyano, ketika gangguan terjadi pada jaringan utama, sistem proteksi akan langsung bekerja untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap sistem kelistrikan lainnya. Karena itu, proses pemulihan tidak bisa dilakukan sekaligus.

Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa dalam kondisi gangguan kelistrikan berskala besar, percepatan pemulihan harus tetap mempertimbangkan keamanan jaringan secara keseluruhan.

"Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai penyebab gangguan dan proses pemulihan yang sedang berjalan. Saya melihat PLN cukup terbuka dalam menyampaikan perkembangan penanganan hingga pasokan listrik berangsur kembali normal," imbuhnya.

Selain faktor teknis, Sofyano juga menyoroti tantangan pengelolaan jaringan listrik nasional yang dipengaruhi kondisi cuaca dan faktor alam. Menurut dia, tantangan tersebut membuat pengelolaan transmisi dan distribusi listrik membutuhkan kesiapan sistem yang semakin kuat.

baca juga

Karena itu, ia menilai penyampaian informasi perkembangan pemulihan secara berkala menjadi penting agar masyarakat memahami kondisi di lapangan.

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan pasokan listrik kembali normal sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

Listrik Sumatera Padam, Begini Cara Ajukan Kompensasi Pelanggan PLN

Listrik Sumatera Padam, Begini Cara Ajukan Kompensasi Pelanggan PLN

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×