"itu adalah temuan pemuda pelopor kita di Kasembon, untuk penyakit mulut dan kuku. Jadi berita yang beredar itu saya nyatakan tidak benar soal minuman keras," kata dia.
Sontak saja, hal itu mendapatkan tanggapan dari warganet. Bermacam-macam kalimat mereka tuliskan di kolom komentar.
"Dikira kebun binatang ternyata stadion. Salah alamat," kata seorang netizen.
"Kok kerjanya ngelawak mulu ya, kalau gak ngelawak ya ngebunuh," timpal yang lainnya.
"Yang mabok Polisinya emang kok," jawab netizen lainnya lagi.
"Nyari-nyari kesalahan nih rupanya," jelas netizen dengan akun @woy***
Sebelumnya, Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing mengatakan, 42 botol miras yang masih tersegel sempat ditemukan dalam Stadion Kanjuruhan.
PSSI menungkapkan hal itu dalam investigasnya usai melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Aremania FC yakni Abdul Haris dan Suko Sutrisno.
"Jadi ditemukan ada banyak minuman keras, botol badek atau cunrik yang istilahnya padat dan dalam botol plastik. Ada 42 botol belum sempat diminum di dalam stadion," terang Erwin di Malang, Selasa (4/10) lalu.
Hal serupa juga sempat disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil dari investigasi mereka, ditemukan sebanyak 46 botol miras dengan ukuran 550 ml di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Hal itu ditemukan ketika Polisi melakukan penyelidikan terkait aksi perusakan dan pembakaran di Stadion Kanjuruhan di hari Sabtu (1/10) lalu.
Sumber: Berbagai sumber