SuaraCianjur.id- Kasus ginjal akut misterius yang dikabarkan menyerang ratusan anak -anak di Indonesia tengah menjadi perhatian. Bahkan Kemenkes RI pun mengeluarkan surat imbauan kepada apotek, untuk tidak menjual sementara obat sirup.
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung disebutkan hingga kini sudah menangani 12 pasien anak. Kebanyakan dari mereka mengalami penyakit tersebut, rata-rata berusia di bawah enam tahun.
“Kami disini selama bulan Agustus sampai September sudah merawat 12 kasus gangguan ginjal akut anak. Pasien berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, ada juga dari luar Bandung. Dari 12 sekarang sisa tiga pasien yang sedang kami rawat. Ada juga yang di ICU satu orang," ucap Konsultan Nefrologi Anak RSHS, Prof. Dany Hilmanto di RSHS Bandung, Kota Bandung, Rabu (19/10/2022).
Dany mengatakan saat ini sudah ada beberapa pasien yang diperbolehkan pulang karena kondisinya dinyatakan sudah membaik.
RSHS telah melakukan koordinasi dengan pihak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), untuk melakukan penanganan.
Pihaknya juga turut ikut dalam pedoman yang sudah dikeluarkan Kementerian Kesehatan, dalam penanganan penyakit gangguan ginjal akut terhadap anak.
Menurut Prof.Dany pedoman tersebut telah memberikan alur penanganan secara jelas, juga berpedoman dari fasilitas kesehatan tingkat puskesmas.
Adapu gejala yang yang ditimbulkan oleh anak, mengalami demam, batuk, atau pilek, selama 14 hari. Jika hal itu terlihat danterasa maka menurutnya segera melakukan pemeriksaan secara medis.
"Kalau masih normal-normal dipantau, kalau tidak normal pasien dibawa ke rumah sakit rujukan. Di pedomannya juga sudah disampaikan jelas," terang Dany.
Secera terpisah dikatakan oleh Staf Divisi Nefrologi Dokter Ahmedz Widiasta. Dirinya menyebutkan, banyak pasien yang mengidap penyakit ginjal yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bandung.
Hingga kini RSHS dengam Dinas Kesehatan dari berbagai wilayah melakukan deteksi terhadap penyakit tersebut supaya penanganannya bisa dilakukan lebih cepat.
"Jadi banyaknya di bawah lima tahun gejalanya itu seperti demam yang tidak terlalu tinggi, muntah, batuk, dan pilek," terang Dokter Ahmedz.
"Pasien mayoritas adalah balita dan usia tertua adalah 13 tahun," tambah Dokter Ahmedz Widiasta.