Mahfud MD Tak Peduli Kandungan Gas Air Mata : Penembakannya yang menyebabkan orang panik

Suara Cianjur | Suara.com

Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:35 WIB
Mahfud MD Tak Peduli Kandungan Gas Air Mata : Penembakannya yang menyebabkan orang panik
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto Istimewa/ Dok. Suara.com)

SuaraCianjur.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, tegaskan jika gas air mata dari aparat kepolisian, jadi penyebab tewasnya 133 korban di Stadion Kanjuruhan. Mahfud tidak peduli soal besar kandungan yang ada di dalam gas air mata.

"Saya enggak peduli sekarang seberapa besar kandungan kimia yang mematikan (dalam gas air mata), itu tidak penting. Karena bukan kimianya yang menyebabkan, tetapi penembakannya yang menyebabkan orang panik kemudian berdesak-desakan dan mati," kata Mahfud yang juga sebagai Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan saat mengomentari hasil survei LSI secara daring, Kamis.

Ia tegaskan kembali juga, atas kerusuhan Di Kanjuruhan, Kepolisian dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) harus ikut bertanggung jawab.

"Mungkin gas air matanya sendiri tidak menyebabkan kematian langsung, tetapi penyemprotan ke tempat-tempat tertentu menyebabkan orang panik, napasnya sesak, lalu lari ke tempat yang sama, desak-desakan, mati. Jadi, penyebabnya ya gas air mata," kata Mahfud lagi.

Pada hasil survei, yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), kepolisian dan penyelenggara liga, jadi pihak paling bertangung jawab dalam kejadian Kanjuruhan.

Rinciannya 24,3 persen responden memilih Penyelenggara Liga dan 29,4 persen memilih aparat kepolisian harus bertanggung jawab insiden tersebut.

Responden memilih PSSI sebagai pihak yang harus bertanggung jawab sebesar 6,7 persen, TNI (2,6 persen), suporter (13,6 persen), semua pihak bertanggung jawab (5,9 persen), lainnya (0,8 persen), tidak tahu/ tidak jawab (16,7 persen).

Survei LSI ini dilakukan pada tanggal 6-10 Oktober 2022 dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 1.212 responden. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD merupakan teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Margin of error dalam survei ini sebesar sekitar 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(*)

Sumber : Antara

Artikel ini telah tayang di Suaramalang.id berjudul: Mahfud MD Tegaskan Penembakan Gas Air Mata Penyebab Tragedi Kanjuruhan: Saya Tak Peduli Kandungan Kimianya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahfud MD Tegaskan Gas Air Mata Jadi Penyebab 133 Orang Meninggal Dunia dalam Tragedi Kanjuruhan

Mahfud MD Tegaskan Gas Air Mata Jadi Penyebab 133 Orang Meninggal Dunia dalam Tragedi Kanjuruhan

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:21 WIB

Tegas, Mahfud MD Ungkap Gas Air Mata Penyebab Kepanikan di Kanjuruhan hingga 133 Orang Meninggal

Tegas, Mahfud MD Ungkap Gas Air Mata Penyebab Kepanikan di Kanjuruhan hingga 133 Orang Meninggal

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:18 WIB

Soal Dugaan Rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan Dihapus, Polisi: Nanti Ahli yang Menyampaikan!

Soal Dugaan Rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan Dihapus, Polisi: Nanti Ahli yang Menyampaikan!

Sumut | Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:13 WIB

Terkini

Ahmad Dhani Unggah Foto Masa Kecil El Rumi Jelang Nikah, Sosok Tomy Winata Jadi Sorotan

Ahmad Dhani Unggah Foto Masa Kecil El Rumi Jelang Nikah, Sosok Tomy Winata Jadi Sorotan

Entertainment | Minggu, 19 April 2026 | 18:00 WIB

Usai Penikaman Ketua Golkar Malra, Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Aksi Balasan, Ini Alasannya!

Usai Penikaman Ketua Golkar Malra, Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Aksi Balasan, Ini Alasannya!

Sumut | Minggu, 19 April 2026 | 17:58 WIB

Detik-detik Nus Kei Diserang di Bandara, Sempat Diselamatkan tapi Nyawanya Tak Tertolong

Detik-detik Nus Kei Diserang di Bandara, Sempat Diselamatkan tapi Nyawanya Tak Tertolong

Sulsel | Minggu, 19 April 2026 | 17:57 WIB

3 Produk Apple Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia: Ada MacBook Neo dan iPhone Murah

3 Produk Apple Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia: Ada MacBook Neo dan iPhone Murah

Tekno | Minggu, 19 April 2026 | 17:43 WIB

Untuk Pemula Lebih Baik Cushion atau Foundation? Ini 4 Pilihan dan Rekomendasinya

Untuk Pemula Lebih Baik Cushion atau Foundation? Ini 4 Pilihan dan Rekomendasinya

Lifestyle | Minggu, 19 April 2026 | 17:35 WIB

NGORBIT: Keysha Alvaro, Adi Sudirja, dan Callista Arum Ungkap Misteri Film Tumbal Proyek

NGORBIT: Keysha Alvaro, Adi Sudirja, dan Callista Arum Ungkap Misteri Film Tumbal Proyek

Video | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

Isu Pelecehan Belum Reda, Kakak Jisoo BLACKPINK Kini Dituding KDRT Istri

Isu Pelecehan Belum Reda, Kakak Jisoo BLACKPINK Kini Dituding KDRT Istri

Entertainment | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

Cek Rincian Harga Terbaru Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex

Cek Rincian Harga Terbaru Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex

Bogor | Minggu, 19 April 2026 | 17:23 WIB

Oknum Jaksa Kejati Banten Dipecat Tidak Hormat, Kini Ditahan Terkait Penggelapan Aset

Oknum Jaksa Kejati Banten Dipecat Tidak Hormat, Kini Ditahan Terkait Penggelapan Aset

Banten | Minggu, 19 April 2026 | 17:14 WIB