Komnas HAM Bisa Saja Bawa Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang ke Meja PBB di Jenewa

Suara Cianjur

Senin, 24 Oktober 2022 | 19:08 WIB
Komnas HAM Bisa Saja Bawa Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang ke Meja PBB di Jenewa
Laporan Komnas HAM atas Tragedi Kanjuruhan ; Mohammad Chaoirul Anam (Foto Istimewa / Suara.com - Alfian Winanto)

SuaraCianjur.id- Penyelesaian Tragedi Kanjuruhan Malang kata Komnas HAM bisa saja dibawa ke Dewan HAM PBB di Jenewa.

Hal itu dikatakan oleh Komisioner Komnas HAMm Choirul Anam. Menurutnya terbuka peluang untuk membawa Tragedi Kanjuruhan Malang yang sudah menewaskan ratusan nyawa orang tersebut, ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurutnya, Komnas HAM sejuah penyelidikan yang telah dilakukan, ada dugaan pelanggaran HAM dalam insiden maut yang menwaskan 135 orang itu.

Menurut Anam, Komnas HAM RI masuk dalam jaringan Komnas HAM seluruh dunia, turut berada dalam naungan mekanisme PBB di Jenewa.

"Biasa isu-isu besar yang mendapatkan perhatian publik dan sebagainya itu mendapatkan perhatian di Jenewa. Kami ada mekanisme itu nantinya, dan kami memang sedang memikirkan (membawanya ke Dewan HAM PBB) akan menggunakan mekanisme itu," kata Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (24/10/2022) seperti dikutip dari Suara.com.

Menurut Anam, apa yang terjadi dalam peristiwa di Stadion Kanjuruhan pada hari Sabtu (1/10) lalu, merupakan sebuah peristiwa besar, dan menjadi perhatian PBB.

Saat ini Komnas HAM sedang menunggu jawaban dari surat yang telah dikirim ke FIFA, terkait dengan sejumlah pertanyaan soal mekanisme mengatasi sebuah peristiwa dalam sepak bola.

“Karena peristiwa serupa termasuk juga penggunaan gas air mata, pelanggaran regulasi FIFA dan PSSI itu berlangsung terus menerus. Problemnya adalah pelanggaran ini memang tidak diketahui PSSI sebagai salah satu organisasi langsung di bawah FIFA, tapi tidak mengambil langkah untuk menyelesaikan pelanggaran tersebut sampai terjadilah problem Kanjuruhan ini,” beber Anam.

Maka dari itu, Komnas HAM akan mengagendakan pemeriksaan terhadap FIFA. Pihaknya bakal mendalami pengawasan dan pemberian sanksi terhadap PSSI selaku anggota.

baca juga

Bukan hanya menyasar terhadap organisasinya, tapi turut juga mengarah kepada individual pengurus dari PSSI, mulai dari ketua umum hingga jajarannya.

"Makanya pertanyaan-pertanyaan kunci tadi soal mekanisme pengawasan, mekanisme pemberian sanksi, termasuk juga mekanisme pemberian sanksi terhadap individu-individu ini menjadi salah satu pokok dalam permintaan keterangan terhadap FIFA," kata dia.

Sepeti yang diketahui usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya kericuhan meletus di Stadion Kanjuruhan Malang, Sbatu (1/10) lalu.

Masa penonton yang merangsek masuk ke lapangan, dihalu oleh para petugas dengan menggunakan gas air mata.

Pelepasn gas air mata itu membuat para penonton panik, bukan hanya yang berada di area lapangan saja, namun juga para penonton yang berada di area tribun. Mereka berdesakan berebut pintu keluar.  

Akibatnya tak hanya korban meninggal, tapi ratusan korban mengalami luka ringan hingga berat.

Artikel ini sudah tayang di Suara.com dengan judul: Komnas HAM Buka Peluang Bawa Tragedi Kanjuruhan ke Dewan HAM PBB di Jenewa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komnas HAM Buka Peluang Bawa Tragedi Kanjuruhan ke Dewan HAM PBB di Jenewa

Komnas HAM Buka Peluang Bawa Tragedi Kanjuruhan ke Dewan HAM PBB di Jenewa

News | Senin, 24 Oktober 2022 | 18:08 WIB

Uji Lab Gas Air Mata Sudah Keluar Komnas HAM Cari Pembanding, Dia Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan

Uji Lab Gas Air Mata Sudah Keluar Komnas HAM Cari Pembanding, Dia Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan

Cianjur | Senin, 24 Oktober 2022 | 13:04 WIB

Turut Berduka Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah Lagi Seorang

Turut Berduka Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah Lagi Seorang

Cianjur | Senin, 24 Oktober 2022 | 10:37 WIB

Terkini

Klarifikasi Menteri Dody Terkait Ratusan ASN Kementerian PU Kena Mutasi Massal

Klarifikasi Menteri Dody Terkait Ratusan ASN Kementerian PU Kena Mutasi Massal

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:34 WIB

Menjangkau Pelosok Sumatera Utara, Dedikasi Mantri BRI Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Menjangkau Pelosok Sumatera Utara, Dedikasi Mantri BRI Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Jabar | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:34 WIB

Krisis Air Bersih Meluas, 11 Desa di Banjarnegara Kini Dilanda Kekeringan

Krisis Air Bersih Meluas, 11 Desa di Banjarnegara Kini Dilanda Kekeringan

Jawa Tengah | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:34 WIB

Rahasia Mesin Tetap Dingin Meski Terus Dipacu di Lintasan Balap

Rahasia Mesin Tetap Dingin Meski Terus Dipacu di Lintasan Balap

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:33 WIB

5 Serum Vitamin C Brand Lokal untuk Wajah Kusam, Bikin Kulit Lebih Cerah Sesuai Review

5 Serum Vitamin C Brand Lokal untuk Wajah Kusam, Bikin Kulit Lebih Cerah Sesuai Review

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:33 WIB

Nasionalisme Bukan Denialisme: Justru Kita Perlu Bercermin dengan Realitas

Nasionalisme Bukan Denialisme: Justru Kita Perlu Bercermin dengan Realitas

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:30 WIB

3 Laptop Budget Rp5 Jutaan RAM 8 GB Cocok untuk Mahasiswa, Ringan dan Anti Lemot

3 Laptop Budget Rp5 Jutaan RAM 8 GB Cocok untuk Mahasiswa, Ringan dan Anti Lemot

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:28 WIB

Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung

Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:27 WIB

Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?

Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:26 WIB

4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre

4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:24 WIB

×