Psikolog Verauli Bilang Beberkan ke Denny Sumargo Faktor Perempuan Sulit Keluar dari Hubungan Toxic

Suara Cianjur | Suara.com

Rabu, 02 November 2022 | 14:00 WIB
Psikolog Verauli Bilang Beberkan ke Denny Sumargo Faktor Perempuan Sulit Keluar dari Hubungan Toxic
Denny Sumargo bersama Verauli jelaskan dampak toxic relationship (YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo)

SuaraCianjur.id - Pada tayangan podcast milik Denny Sumargo yang diupload pada Sabtu (29/10/2022) lalu, Psikolog Verauli menceritakan mengenai alasan perempuan sulit keluar dari sebuah toxic relationship.

Berikut adalah isi obrolan antara Denny Sumargo, Andien, dan Psikolog Verauli, dalam podcast Denny Sumargo berjudul “KALAU GW KDRT ISTRI, APA YG HARUS GW LAKUKAN”.

Denny : Aku pengen ngangkat dari persfektif wanita nih, kenapa wanita itu sulit sekali keluar dari budaya toxic relationship?

Verauli : Budaya kita ini masih tradisional, apapun masalahnya yang salah pasti perempuan.

Denny : Masa? 

Andien : Karena patriaki.

Verauli : Sebetulnya dalam skema kita, punya penghayatan bahwa kalo ada apa-apa dalam keluarga, kalo anak kenapa-napa pasti yang ditanya “ini ibunya gimana sih?”.

Denny : Masa sih?

Verauli : Kalo relasi pernikahan gak berhasil, yang ditanya “Ini istrinya gimana sih sampai bikin suaminya poligami?” gitu misalnya. Pasti pihak istrinya yang dipertanyakan.

Denny : Ah iya kebanyakan gitu.

Verauli : Secara general, secara umum, tapi case by case di pola budaya kita itu patriaki, pihak ayah dominan, pihak ayah yang menafkahi, pihak ayah yang berkuasa, jadi ayahnya selalu benar.

Denny : Masa sih sampai begitu?

Verauli : Nah sekarang kan ada banyak perempuan yang tumbuh besar dalam lingkungan, dimana dia liat ayahnya bisa semena-mena kepada ibunya, karena ayahnya dominan.

Denny : Iya.

Verauli : Jadi dia punya pandangan hal (kekerasan) tersebut gak salah. Makanya kadang kala ada anak yang rusak tentang pandangan pernikahan. Dia pikir dalam rumah tangga biasa KDRT, karena waktu kecil dia lihat orangtuanya juga seperti itu.

Denny : Iya.

Verauli : Sehingga standarnya berubah.

Denny : Sampai segitu ya pemikiran perempuan?

Verauli : Iya, tapi kalau cowok yang melakukan kekerasan beda lagi pemikirannya. Lihat sosok ayah yang melakukan kekerasan pasti dia mikirnya “Gua nanti gak mau kaya ayah gua”, tapi gak bisa karena kenyataannya dia tumbuh besar dari model ayah seperti itu, jadi yang dia pahami kalo berantem ya adu pukul.

Denny : Seperti itu ya?

Verauli : Tentu, tapi standarnya dia rubah, misal kalau dulu ayahnya mukul ibunya sampai berdarah, nanti dia tirunya hanya sebatas memukul gak sampai berdarah.Tapi itu tetap masuk KDRT yang gak dibenarkan, baik itu menyerang psikis atau fisik.

Denny : Benar.

Verauli : Selain itu kenapa perempuan susah keluar dari lingkaran kekerasan, karena dia mikir kalau pergi dari pernikahah atau relasi tersebut, akan ada banyak keluarga besar yang terlibat dan kecewa tentang ini, dalam posisi itu dia mikir relasi keluarga lebih penting.

Andien : Dan kadang kita gak cerita, jadi gak ada support.

Denny : Ya kan mau cerita jadi ketakutan.

Verauli : Nah jadi ada beberapa efek buat perempuan itu, yaitu pertama menyalahkan diri sendiri, kedua merasa gagal, dan ketiga itu merasa malu.

Denny : Harusnya berproses ya daripada tidak melakukan apa-apa.

Verauli : Karena dalam toxic relationship ini ada batasannya. Kadang ada yang gak ngerti batasannya apa, mereka gak tau ini salah apa nggak, karena udah rusak. Apalagi dalam hubungan seperti itu pasti salah satu pasangannya kan dominan dan maipulatif.

Denny : Jadi caranya gimana?

Verauli : Ketika kita sadar bahwa dampak secara psikis dan fisik sudah terluka, terus secara sosial sudah terisolir dari orang dekat kita, itu udah tanda sebetulnya untuk segera menyelamatkan diri.

Denny : Gitu ya?

Verauli : Saat sudah gitu, kita perlu menyelamatkan diri. Karena saat kita minta perlindungan ke orang terdekat, pemuka agama, atau psikolog belum tentu mengerti betul. Jadi yang pertama adalah melindungi dan memahami sendiri.

Denny : Benar itu.

Verauli : Yuk makanya perempuan harus sadar diri, bahwa kita berharga, kita berarti.

Denny : Jadi untuk pelaku kekerasan harus bagaimana biar berubah?

Verauli : Kalau pelaku kekerasan dalam toxic relationship kan sudah rusak rasa empatinya, jadi harus belajar rasa empati, belajar mersakan perasaan orang, karena empati itu wujud kematangan emosional. Jadi kalau mau berubah coba tumbuhkan rasa empati, seiring waktu kan pasti bisa.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Didepan Denny Sumargo Ungkap Perubahan Hidup Jefri Nichol saat Alami Fase Hidup Ini

Didepan Denny Sumargo Ungkap Perubahan Hidup Jefri Nichol saat Alami Fase Hidup Ini

| Kamis, 27 Oktober 2022 | 15:03 WIB

Tanggapi Pencabutan Laporan Lesti Kejora, Denny Sumargo: Ya Tahu Resikomu!

Tanggapi Pencabutan Laporan Lesti Kejora, Denny Sumargo: Ya Tahu Resikomu!

| Senin, 17 Oktober 2022 | 16:53 WIB

Denny Sumargo dan Dokter Richard Lee Berikan Tanggapan Realistis soal Sikap Lesti Kejora

Denny Sumargo dan Dokter Richard Lee Berikan Tanggapan Realistis soal Sikap Lesti Kejora

| Minggu, 16 Oktober 2022 | 21:50 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa

Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa

Bola | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:29 WIB

Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi

Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi

Sumsel | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:18 WIB

5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang

5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:42 WIB

5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran

5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:37 WIB

Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:33 WIB

Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda

Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda

Jatim | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:15 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:00 WIB

Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas

Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 21:55 WIB