- PAM Jaya mendistribusikan 5.000 toren air gratis bagi warga kurang mampu di Jakarta guna mengantisipasi dampak El Nino.
- Program ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama jam sibuk serta mengedukasi pengelolaan air mandiri.
- Perusahaan berkomitmen melanjutkan bantuan dengan target pembagian 7.000 hingga 10.000 unit toren air pada tahun depan.
Suara.com - PAM Jaya mendistribusikan 5.000 unit toren air secara cuma-cuma kepada warga kurang mampu di Jakarta sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Niño tahun ini.
Program tersebut digulirkan melalui kerja sama PAM Jaya dengan Tim Penggerak PKK dalam rangkaian acara Apresiasi Pelanggan Keempat yang diselenggarakan perusahaan.
"Ini bagian dari juga rangkaian menghadapi El Nino yang nantinya akan kita hadapi. Mudah-mudahan itu juga kita nggak hadapi," ujar Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Penerima manfaat program ini adalah kelompok masyarakat yang masuk kategori wajib dibantu sesuai dengan skema tarif sosial yang berlaku di PAM Jaya.
Arief menjelaskan, toren tersebut dirancang untuk membantu mengatasi lonjakan kebutuhan air pada jam-jam sibuk di pagi hari.
"Ini bagian dari rumah tangga air yang memang benar-benar kita coba edukasi kepada masyarakat, untuk memastikan bahwasanya di pagi hari toren itu bisa berfungsi dan kemudian bisa membuat meringankan kebutuhan air yang tiap pagi masyarakat butuhkan," paparnya.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PAM Jaya mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan air secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Jakarta kerap menghadapi tekanan ketersediaan air bersih saat musim kemarau panjang, terutama di kawasan yang belum terjangkau jaringan perpipaan.
Arief menegaskan seluruh rangkaian program, termasuk distribusi toren, merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang akan terus berlanjut.
Rencananya, pada tahun depan sebanyak 7.000 hingga 10.000 unit toren akan dibagikan kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan ini menjadi rangkaian yang memang satu kesatuan, yang akan terus berlanjut," pungkasnya.