SuaraCianjur.id - Artis Jessica Iskandar tengah mengalami kesulitan ekonomi. Perekonomian Jessica terganggu usai dirinya mengalami penipuan invetasi mobil mewah.
Ditengah kesulitan ekonomi, Jessica juga masih harus memikirkan cicilan KPR rumah yang katanya sudah menunggak selama tiga bulan. Bahkan Jessica pun berencana menjual rumahnya tersebut.
“Aku kalau bukan karena alasan finasial tidak akan lepas dan menjual rumah ini. Rumah ini aku bangun dengan cinta kasih, kasih sayang. Rumah ini juga teruntuk waktu itu untuk El Barack,” kata Jessica Iskandar, seperti yang dikutip dari denpasar.suara.com.
![Jessica Iskandar [Suara.com/Putu Yonata Udawananda]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/09/18/1-jessica-iskandar.jpg)
“I M Sorry El Barack, (mohon maaf anakku), mudah-mudahan nanti kita ada rezeki lain. Ya pokoknya kalau kita masih punya rezeki andai kata usaha lancar dan uang mama bisa kembali lagi. Intinya rezeki tidak akan kemana-mana dan tertukar,” sambung Jessica.
Sementara ini, Jessica meminta bantuan dengan sesama artis untuk membantunya mem bayar cicilan rumah.
Informasi dan berbagai pemeberitaan di media disebutkan jika salah satu artis yang membantu Jessica membayar cicilan rumah ialah Raffi Ahmad, yang merupakan suami Nagita Slavina.
Sebenarnya ada cara bagi Jessica Iskandar agar meringakan beban tunggakan cicilan KPR rumahnya. Hal ini juga dapat diterapkan bagi masyarakat yang tengah menciciln rumah namun dalam kondisi ekonomi sulit.
Dilansir dari cermati.com, beberapa cara untuk menghadapi cicilan rumah yang tertunggak.
Pertama Hubungi pihak bank dimana pengajuan KPR dilakukan, untuk konsultasi masalah masalah perekonomian tengah didera.
Baca Juga: Wanita Tertinggi di Dunia Pertama Kali Naik Pesawat, Maskapai sampai Singkirkan Enam Kursi
Kedua Meminta Keringanan cicilan yang berupa penjadwalan ulang dengan bank KPR terkait untuk meringakan cicilan dengan contoh misalnya tenor cicilan tinggal 7 tahun, diperpanjang menjadi 9 tahun.
Ketiga Minta keringanan diskon bunga KPR dan keringanan denda keterlambatan. Misalnya bunga KPR dipangkas lebih ringan dari 11% menjadi 10%. Denda keterlambatan dikurangi dari 0,5% per hari menjadi 0,2% per hari.
Keempat Penataan ulang cicilan, dengan berkordinasi bersama pihak bank terkait, untuk mengatur ulang tenr cicilan, suku bunga dan denda keterlambatan.
Itulah beberapa cara yang dirangkum suaracianjur.id, terkait soal cara meringakan cicilan KPR rumah, ditengah kesulitan perekonomian. (*)