Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
Perum Bulog bersama pemerintah terus memperkuat strategi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah melalui peningkatan serapan dalam negeri, distribusi yang merata, serta penguatan sistem logistik pangan (Dok: Bulog)
  • Pemerintah gandeng BUMN dan swasta percepat stabilisasi pasokan serta harga beras nasional.
  • Beras SPHP jadi instrumen utama bendung kenaikan harga di berbagai wilayah Indonesia.
  • HKTI nilai harga gabah Rp6.500/kg sudah ideal bagi petani, namun biaya produksi kian naik.

Suara.com - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat langkah pengendalian harga beras dengan merangkul seluruh lini dalam rantai pasok pangan. Kolaborasi ini melibatkan Perum Bulog, pelaku usaha penggilingan (PERPADI), petani (HKTI), hingga ritel modern (APRINDO) guna memastikan kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasar.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa pemerintah memerlukan data riil dari lapangan untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. "Kami ingin mendapatkan informasi yang jelas dari pelaku usaha dan petani mengenai kondisi sebenarnya, sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan dinamika pasar," ujarnya dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Dalam upaya menahan laju harga, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap menjadi senjata utama. Ketua Umum PERPADI, Sutarto Alimoeso, menyarankan agar distribusi SPHP dilakukan secara fleksibel dan efektif mengikuti fluktuasi harga. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan persaingan pembelian gabah agar harga di tingkat hulu tidak melonjak liar.

Di sisi produsen, Wakil Ketua Umum DPN HKTI, Mulyono Machmur, menyebutkan bahwa harga Gabah Kering Panen (GKP) saat ini, yang berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, sudah sangat ideal bagi kesejahteraan petani. "Angka ini sudah cukup bagus dan patut dipertahankan untuk menjaga semangat produksi petani," jelasnya.

Namun, tantangan muncul dari sisi biaya produksi. Pelaku usaha mengeluhkan kenaikan harga bahan baku, biaya distribusi, hingga kemasan yang menekan margin usaha. Menanggapi hal ini, perwakilan PERPADI, Budiman, mengusulkan agar pemerintah melakukan evaluasi berkala terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) guna menyesuaikan dengan struktur biaya aktual di lapangan.

Melalui sinergi ini, pemerintah optimis pasokan beras tetap aman dan lonjakan harga dapat segera diredam demi menjaga daya beli masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras

Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:05 WIB

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB