Daryono Sebut Gempa Jatim Dikaitkan dengan Tsunami Sumba 1977, Begini Sejarahnya

Suara Cianjur

Selasa, 06 Desember 2022 | 17:33 WIB
Daryono Sebut Gempa Jatim Dikaitkan dengan Tsunami Sumba 1977, Begini Sejarahnya
Unggahan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakanmeski gempa yang terjadi selatan Jatim tersebut di luar zona megethrust, namun disebut-sebut bisa memicu tsunami.

SuaraCianjur.id - Gempa yang terjadi di selatan Jawa Timur (Jatim), peliu diwaspadai. Hal itu diungkap oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Daryono mengatakan meski gempa yang terjadi selatan Jatim tersebut di luar zona megethrust, namun disebut-sebut bisa memicu tsunami.

“Gempa di luar zona subduksi outer rise selatan Jatim ini patut diwaspadai,” kata Daryono dari yang dikutip dari akun Twitternya, Selasa (6/12/2022).

“Meskipun di luar zona megathrust tetapi dgn mekanisme patahan turun akan dapat memicu tsunami spt gempa dahsyat Sumba 1977 yang tsunaminya menelan korban ratusan orang di Sumbawa Selatan,”  sambungnnya.

Untuk pengetahuan, tsunami yang terjadi di Sumba, terjadi pada tahun 1997, tepatnya pada 19 Agustus. 

Tsunami kala itu terjadi usai, gempa berkekuatan magnitudo 8,3. Tsunami sendiri tercatat terjadi pada siang hari, seitar pukul 14.08 waktu Sumba. 

Gempanya sendiri, berpusat di bawah laut di Samudera Hindia. Akibat Tsunami, bagian selatan Sumba, Lombo dan Bali, terjadi tsunami.

Tsunami ini cukup banyak memakan korban. Pasalnya sesaat sebelum tsunami terjadi, masyarakat banyak berdatangan ke pantai.

Mereka dikabarkan melihat langsung fenoma sebelum tsunami terjadai. Dimana kala itu air laut di pantai alami penyurutan. 

baca juga

Tercatat ada empat kawasan yang terdampak tsunami. Diantaranya Sumba, Sumbawa, Lombok, dan bali. 

Untuk wilayah Sumba tsunami terjadi di kawasan Melolo dengan ketinggian ombak tsunami 1,5 meter dan di kawasan Waingapu dengan dengan ketinggian ombak tsunami 1 meter.

Di Sumbawa, tsunami terjadi di Lunyuk dengan ketinggian ombak 5,8 meter.

Untuk di Lombok, tsunami kawasan Kuta dengan ketinggian ombak 4,3 meter, di Labuanhaji dengan ketinggian ombak 3,2 meter, di Barunampar dengan ketinggian ombak 2 meter dan kawasan Awang dengan ketinggian ombak 4,3 meter.

Sementara di Bali, tsunami kala itu terjadi di dua kawasan. Pertama di Nusa Dua dengan ketinggian ombak 2,5 meter, Kedua terjadi di Benoa dengan ketinggian ombak setinggi 4 meter. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pusat Gempa Jember di Tengah Laut, Terasa Hingga Lumajang

Pusat Gempa Jember di Tengah Laut, Terasa Hingga Lumajang

Malang | Selasa, 06 Desember 2022 | 13:45 WIB

BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 6,2 Mengguncang Wilayah Jember

BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 6,2 Mengguncang Wilayah Jember

News | Selasa, 06 Desember 2022 | 13:38 WIB

Sambangi Posko Korban Gempa Cianjur, Dirut Pertamina Serahkan Bantuan

Sambangi Posko Korban Gempa Cianjur, Dirut Pertamina Serahkan Bantuan

News | Selasa, 06 Desember 2022 | 12:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×