Boy Rafli Amar Sebut Tak Semua Napi Teroris Langsung Terima Deradikalisasi, Bom Astanaanyar Jadi Bahan Evaluasi

Suara Cianjur | Suara.com

Kamis, 08 Desember 2022 | 13:25 WIB
Boy Rafli Amar Sebut Tak Semua Napi Teroris Langsung Terima Deradikalisasi, Bom Astanaanyar Jadi Bahan Evaluasi
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (Dok. BNPT)

SuaraCianjur.id- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan terkait dengan program deradikalisasi terhadap para narapidan terorisme sudah dilakukan.

Boy mengatakan dalam catatan BNPT ada ribuan napi terorisme yang mengikuti program deradikalisasi. Dia mengatakan dalam program tersebut terkait dengan residivis napi teroris ada yang kembali dalam kasus serupa.

“Dalam catatan kita ada sekitar 1.290 yang telah mengikuti program deradikalisasi. itu di angka sekitar 8 persen menjadi residivis ya, jadi residivis di sini ada yang kembali terkait kasus terorisme, tapi terkait dengan dengan kasus bom bunuh diri, hanya nol koma sekian saja,” ucap Boy usai menngunjungi Polsek Astanaanyar, kamis (8/12/2022).

“jadi kecil dan hanya sebagian segelintir orang, yang pernah terhukum atau terhukum dan terpidana, kemudian menjadi pelaku aksi bom bunuh diri,” lanjutnya.

Boy menyadari kalau program deradikalisasi tidak semua menerima begitu saja. Sebagain ada yang sudah berikrar untuk kembali setia kepada NKRI, namun ada juga yang masih menolak hal itu.

“Kita menyadari program deradikalisasi dalam kejahatan yang sifatnya Extra ordinary crime ini tidak semua mereka itu setuju begitu saja. Tidak semua mereka itu menerima begitu saja.  Mayoritas ada yang berikrar baik dan setia kepada NKRI, tapi satu dua itu sampai hari ini yang di dalam LP Nusakambangan saja masih ada yang harus ditempatkan di super maximum Security, karena apa? Karena mereka masih belum mau. Ini masalah ideologi ya,” beber Boy Rafli Amar.

Menurut Boy bahayanya jaringan terorisme adalah hingga cara kematiannya pun diajari oleh kelompok yang terafiliasi terhadap mereka. Apa yang diajarkan oleh kelompok terorisme mampu merubah karakter dan watak seseroang. Otak mereka dicuci hingga berpikir irasional.

“Jadi kalau kelompok ideologi ini biasanya itu kematian saja diajari. Kematian secara ilegal dia cari dan dia memang ingin mati, inilah berbahayanya ideologi terorisme yang memang merupakan Extra ordinary crime,” jelas Boy.

Sehingga dalam kinerjanya dalam menangani hal ini bukan haya tugas dari aparat penegak hukum saja, tapi semua lapisan masyarkat tertuama keluarga bisa membantu untuk mencegah paham terorisme.

Polisi sedang melakukan sterilisasi di Polsek Astanaanyar usai terjadi bom bunuh diri. [Foto: Yudistira]
Polisi sedang melakukan sterilisasi di Polsek Astanaanyar usai terjadi bom bunuh diri. (sumber: Foto: Yudistira)

“Yang mempengaruhi karakter dan watak orang sehingga menjadi irasional, makanya di dalam kerja kami, kita tidak bisa hanya bertumpu pada kekuatan aparat dan stakeholder, tapi semua masyarakat semua kita ajak, siapa masyarakat itu? Keluarga,” ungkapnya.

Boy ingin masyarakat di Indonesia memiliki pemahaman kalau ideologi terorisme sangat berbahaya. Terutama paham ideologi yang berbasis kepada kekerasan.

Indonesia kata Boy adalah bangsa yang penuh dengan toleransi, gotong royong dan saling menolong.

“Bangun keluarga yang tidak setuju dengan ideologi berbasis kekerasan tapi mereka setuju dengan karakter bangsa Indonesia yang lebih kepada semangat toleransi, gotong royong, saling tolong menolong. ini kan trans nasional ideologi yang memang sengaja dilempar ke dalam masyarakat kita, agar masyarakat kita menjadi intoleran,” terangnya.

Intoleran bukanlah sebuah ciri dari karakter bangsa Indonesia. Aksi terorisme dengan pemahamannya kata Boy sudah jelas tidak sejalan dengan konstitusi negara dan ideologi Pancasila.

Dengan kejadian bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Boy berjanji akan memperbaiki dan mengevaluasi soal program deradikalisasi terhadap para napi terorisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasca Ledakan Bom Bunuh Diri Semua Psikologis Anggota Polsek Astanaanyar Disembuhkan

Pasca Ledakan Bom Bunuh Diri Semua Psikologis Anggota Polsek Astanaanyar Disembuhkan

| Kamis, 08 Desember 2022 | 11:34 WIB

Kapolda Jabar Ungkap Kronologi Lengkap Ledakan Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Kota Bandung, Ridwan Kamil Turut Beri Himbauan

Kapolda Jabar Ungkap Kronologi Lengkap Ledakan Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Kota Bandung, Ridwan Kamil Turut Beri Himbauan

| Rabu, 07 Desember 2022 | 22:09 WIB

Ridwan Kamil Sebut Jumlah Korban Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung

Ridwan Kamil Sebut Jumlah Korban Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung

| Rabu, 07 Desember 2022 | 14:01 WIB

Terkini

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:38 WIB

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Jabar | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Lampung | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:25 WIB

Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga

Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:21 WIB

Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci

Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci

Banten | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:07 WIB

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan

Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:02 WIB

Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur

Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:43 WIB

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:11 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB