SuaraCianjur.id - Perlu anda ketahui bahwa kedua makanan yang biasa dikonsumsi ini disebut sebagai makanan “jahat”.
Mengapa disebut “jahat”? Hal ini karena kedua makanan ini berkontribusi sangat besar terhadap kenaikan berat badan yang cepat.
Obesitas merupakan masalah umum yang dihadapi generasi milenium zaman sekarang, akibat pengaruh gaya hidup tidak sehat dan makan berlebihan.
Dr Zaidul Akbar, penggagas kampanye Jurus Sehat Rasulullah menjelaskan, ada dua makanan yang berkontribusi terhadap kegemukan, yakni gula dan nasi putih.
Menurut Zaidul Akbar, banyak orang tidak sadar bahwa glukosa yang tidak digunakan dalam tubuh akan diubah oleh tubuh menjadi glikogen.
“Glikogen kalau nggak kepakai diubah lagi menjadi lemak, jadi orang yang terlalu banyak makan gula pasir terlalu banyak makan nasi putih, lama-lama berubah menjadi lemak juga," kata dr. Zaidul Akbar dikutip dari akun media sosial @zaidulakbar, Sabtu (21/1/2023).
Menurut dr Zaidul Akbar, menakar kebutuhan lemak cukup dengan melihat porsi nasi putih dan gula.
“Jadi, jika kita ingin memperkirakan berapa banyak lemak yang kita habiskan atau tidak, kita cukup melihat jumlah gula dan nasi yang kita makan,” terangnya.
Ia pun menyarankan agar konsumsi nasi putih tidak harus diwajibkan setiap hari dan menggunakan alternatif lain yang lebih seimbang.
Baca Juga: Bosan Berhubungan Intim karena Kurang Gairah? Ini Penyebab Utamanya Menurut Zoya Amirin
“Mungkin saya harus menyarankan agar kita tidak harus makan nasi putih setiap hari; kita masih bisa mendapatkan banyak energi tanpa makan nasi putih,” tukas dr. Zaidul Akbar.
Dr. Zaidul Akbar menyarankan agar mengurangi konsumsi nasi harian setidaknya satu sendok makan untuk setiap jam makan. (*)