Mahfud MD Menilai Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden Tidak Melanggar Hukum

Suara Cianjur | Suara.com

Kamis, 02 Februari 2023 | 12:11 WIB
Mahfud MD Menilai Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden Tidak Melanggar Hukum
Menko Polhukam, Mahfud MD (Dok. Kemenko Polhukam)

SuaraCianjur.id – Terkait dengan wacana penambahan masa jabatan presiden, Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menilai bahwa hal tersebut bukanlan tindakan melanggar hukum. Baginya selama itu aspirasi, tidak menjadi masalah. Hal ini disampaikan secara tegas oleh Mahfud ketika menghadiri Rapimnas Lemhanas di Jakarta, Rabu (1/2/2023).

"Dan itu hak. Kita tidak bisa menghalangi kalau seorang ketua partai politik, kelompok masyarakat tertentu berwacana itu harus diperpanjang masa jabatan presiden. Itu kan ya tidak melanggar hukum, jadi mau diapakan," katanya.

Mahfud juga menegaskan bahwa wacana penambahan masa jabatan ini bukan datang dari pemerintah, apalagi presiden.

"Jadi kalau dari pemerintah jelas bahwa pemilu 2024 diselenggarakan, bahwa kemudian ada pikiran-pikiran lain, saya katakan itu di luar pemerintah," kata Mahfud kepada awak media. 

Wacana perpanjangan masa jabatan Presiden kembali mencuat setelah beberapa partai politik koalisi Pemerintah, yaitu Golkar, PKB, dan PAN menyampaikan pendapat kepada media agar Pemilu 2024 ditunda selama 1 sampai 2 tahun. Wacana ini menimbulkan polemik di masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa wacana ini adalah untuk melancarkan kepentingan politik praktis dan ekonomi jangka pendek ketimbang kepada kepentingan rakyat. 

SuaraCianjur.id – Terkait dengan wacana penambahan masa jabatan presiden, Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menilai bahwa hal tersebut bukanlan tindakan melanggar hukum. Baginya selama itu aspirasi, tidak menjadi masalah. Hal ini disampaikan secara tegas oleh Mahfud ketika menghadiri Rapimnas Lemhanas di Jakarta, Rabu (1/2/2023).

"Dan itu hak. Kita tidak bisa menghalangi kalau seorang ketua partai politik, kelompok masyarakat tertentu berwacana itu harus diperpanjang masa jabatan presiden. Itu kan ya tidak melanggar hukum, jadi mau diapakan," katanya.

Mahfud juga menegaskan bahwa wacana penambahan masa jabatan ini bukan datang dari pemerintah, apalagi presiden.

"Jadi kalau dari pemerintah jelas bahwa pemilu 2024 diselenggarakan, bahwa kemudian ada pikiran-pikiran lain, saya katakan itu di luar pemerintah," kata Mahfud kepada awak media. 

Wacana perpanjangan masa jabatan Presiden kembali mencuat setelah beberapa partai politik koalisi Pemerintah, yaitu Golkar, PKB, dan PAN menyampaikan pendapat kepada media agar Pemilu 2024 ditunda selama 1 sampai 2 tahun. Wacana ini menimbulkan polemik di masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa wacana ini adalah untuk melancarkan kepentingan politik praktis dan ekonomi jangka pendek ketimbang kepada kepentingan rakyat. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

'Badai' Semprotan DPR Buat Laksana Tri Handoko: Bongkar Borok BRIN

'Badai' Semprotan DPR Buat Laksana Tri Handoko: Bongkar Borok BRIN

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 11:57 WIB

Tahu Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot Tajam, Jokowi: Itu Jadi Koreksi Kita

Tahu Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot Tajam, Jokowi: Itu Jadi Koreksi Kita

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 11:46 WIB

Relawan 'KIB' Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden

Relawan 'KIB' Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden

Video | Kamis, 02 Februari 2023 | 12:00 WIB

Terkini

Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam

Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam

Surakarta | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:08 WIB

Kompolnas Tak Persoalkan Polisi Buat Konten, Asal Bukan Live Streaming

Kompolnas Tak Persoalkan Polisi Buat Konten, Asal Bukan Live Streaming

Video | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:05 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool

Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:36 WIB

5 Rekomendasi Tempat Ngopi Wajib Kunjung di Dramaga: Budget Aman, Kualitas Bintang Lima

5 Rekomendasi Tempat Ngopi Wajib Kunjung di Dramaga: Budget Aman, Kualitas Bintang Lima

Bogor | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:36 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB