'Badai' Semprotan DPR Buat Laksana Tri Handoko: Bongkar Borok BRIN

Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 02 Februari 2023 | 11:57 WIB
'Badai' Semprotan DPR Buat Laksana Tri Handoko: Bongkar Borok BRIN
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. [dok. LIPI]

Suara.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dicecar habis-habisan oleh para anggota DPR RI ketika menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII dengan Kepala BRIN pada Senin (30/1/2023).

Sederet anggota DPR mencecar Handoko dengan segudang pertanyaan lantaran tak puas dengan kinerjanya saat mengepalai BRIN. Salah satunya Tri Handoko dipertanyakan tentang tingginya pagu riset BRIN.

Ketika penghujung rapat tiba, para anggota parlemen sepakat agar Handoko dicopot dari jabatannya. Simak "badai" semprotan pedas anggota DPR buat Laksana Tri Handoko berikut ini.

Tingginya anggaran BRIN

Laksana Tri Handoko dicecar terkait tingginya pagu riset BRIN yang mencapai triliunan. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR Fraksi NasDem Rudi Hartono Bangun.

"Saya mau bertanya tentang pagu anggaran. Total pagu BRIN ini Rp 6,3 triliun, terdiri dari urusan operasional Rp 4 triliun, PNBP Rp 1,99 miliar, BLU Rp 1,43 miliar dan loan artinya pinjaman ya. 435 ini Bapak minjamkan ke orang gitu kan?" cecar Rudi Hartono.

Masalah anggaran BRIN juga dikomplain oleh Mulyanto, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS.

"Anggaran BRIN yang kita harapkan menjadi Rp 24 triliun, adanya kurang lebih hanya Rp 6 sampai Rp 7 triliun, padahal semua lembaga sudah melebur," ujarnya.

Sebabkan kepanikan masyarakat

baca juga

Program BRIN di bawah kepemimpinan Tri Handoko disebut sangat lemah dan tidak implementatif sehingga muncul beberapa kasus terkait dengan BRIN. Akibatnya ada sejumlah kejadian menghebohkan masyarakat karena koordinasi di BRIN yang tidak bagus.

Salah satu kejadian dari BRIN yang kemudian menjadi heboh adalah saat seorang peneliti BRIN memprediksi tentang adanya badai besar. Prediksi yang kemudian diungkap ke publik tersebut tanpa didasarkan koordinasi dan validasi data sehingga mengakibatkan kepanikan di masyarakat.

"Apa kewenangannya? Saya tahu BRIN melakukan study early warning system dengan bantuan Jerman, data-data itu kuat. Tapi yang berhak menyampaikan ke publik itu BMKG," ujar Mulyanto.

"Sekarang kita dikejutkan lagi, seorang periset memberikan segepok data APBN yang bersifat rahasia, detail pada wartawan. Itu apakah terkendali atau tidak dokumen seperti itu," sambungnya.

Dinilai gagal jalankan tugas

Sederet persoalan BRIN membuat Laksana Tri Handoko direkomendasikan untuk dicopot dari jabatannya. Desakan pencopotan itu timbul karena Tri Handoko dinilai gagal mengkonsolidasikan lembaga, SDM dan anggaran badan yang dipimpinnya.

"Saya menganggap pimpinan BRIN yang ada sekarang ini tidak dapat mengkonsolidasikan lembaga-lembaga di bawah kewenangannya. Karena itu saya mengusulkan agar pimpinan BRIN sekarang diganti saja," kata Mulyanto.

Persolan di BRIN tak kunjung selesai

Dari sederet poin-poin kebobrokan BRIN tersebut, ketua sidang merekomendasikan pencopotan Handoko dari jabatannya. Menurut mereka, Laksana Tri Handoko gagal dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada di tubuh BRIN.

"Komisi VII DPR RI mendesak pemerintah untuk segera mengganti kepala BRIN RI mengingat berbagai persoalan yang ada di BRIN tidak kunjung selesai," kata Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto.

BRIN hentikan alat peringatan tsunami

Di bawah kepemimpinan Tri Handoko, BRIN menghentikan program pemantauan Tsunami (InaTEWS) yang menggunakan alat disebut buoy. Program yang melindungi masyarakat Indonesia dari tsunami itu kini tidak lagi beroperasi karena dihentikan oleh BRIN.

Padahal sistem peringatan dini terhadap bencana tsunami itu merupakan kemajuan dan wujud kesiapsiagaan untuk mengurangi dampak dari bahaya gempa bumi dan tsunami.

Minta Jokowi copot Tri Handoko

Mulyanto mendesak Jokowi mencopot Tri Handoko dan mencari penggantinya untuk memimpin BRIN. Ia bahkan menyebut masalah di BRIN sebagai persoalan yang krusial dan butuh penanganan cepat.

Bahkan Mulyanto minta Jokowi turun tangan langsung dalam membereskan persoalan di BRIN. Ia menilai Jokowi tidak boleh membiarkan BRIN berjalan seperti saai ini karena sudah banyak temuan pelanggaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi yang dikepalai oleh Tri Handoko itu.

"Presiden Jokowi harus turun tangan membereskan berbagai permasalahan BRIN ini sebelum terlambat. Presiden jangan membiarkannya berlarut-larut dan semakin terpuruk," tutur Mulyanto kepada wartawan pada Kamis (2/2/2023).

"Bukan tidak mungkin akan menyebabkan kelembagaan riset dan teknologi tersebut porak-poranda, tidak tertata dengan baik, dan kinerjanya terus merosot," pungkasnya.

Diketahui, Laksana Tri Handoko dilantik menjadi Kepala BRIN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (28/4/2021). 

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Ini, KSAD Jenderal Dudung Dicari-cari Komisi I DPR

Gara-gara Ini, KSAD Jenderal Dudung Dicari-cari Komisi I DPR

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 11:36 WIB

Nestapa Buoy Alat Deteksi Tsunami: Disahkan SBY dan Dihentikan BRIN, Begini Cara Kerjanya

Nestapa Buoy Alat Deteksi Tsunami: Disahkan SBY dan Dihentikan BRIN, Begini Cara Kerjanya

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 11:24 WIB

Lebih Mendesak, Legislator PKS Minta Jokowi Segera Pecat Kepala BRIN Ketimbang Reshuffle Kabinet

Lebih Mendesak, Legislator PKS Minta Jokowi Segera Pecat Kepala BRIN Ketimbang Reshuffle Kabinet

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 10:04 WIB

DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN

DPR Dorong Diplomasi Parlemen untuk Mewujudkan Stabilitas di ASEAN

DPR | Kamis, 02 Februari 2023 | 10:00 WIB

Panas Rapat Komisi VII DPR Berujung Ancaman Laporkan Kepala BRIN Ke KPK

Panas Rapat Komisi VII DPR Berujung Ancaman Laporkan Kepala BRIN Ke KPK

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 09:06 WIB

Susi Pudjiastuti 'Menangis' BRIN Hentikan Sistem Peringatan Tsunami, Jerit Warganet: Tak Punya Akal Sehat

Susi Pudjiastuti 'Menangis' BRIN Hentikan Sistem Peringatan Tsunami, Jerit Warganet: Tak Punya Akal Sehat

News | Kamis, 02 Februari 2023 | 08:34 WIB

Terkini

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 12:08 WIB

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:05 WIB

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:00 WIB

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:59 WIB

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 11:56 WIB

Petinggi Iran Diizinkan Injak Kaki di Amerika, Siap ke Sidang Umum PBB

Petinggi Iran Diizinkan Injak Kaki di Amerika, Siap ke Sidang Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:50 WIB

5 Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah Rp1 Jutaan, Kapasitas Besar dan Hemat Tempat

5 Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah Rp1 Jutaan, Kapasitas Besar dan Hemat Tempat

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 11:45 WIB

AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:41 WIB

×