SuaraCianjur.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi), enggan untuk menjawab terkait dengan pengusutan tragedi Kanjuruhan, Malang. Pasalnya, saat ditanya oleh wartawan pada konferensi pers, Jokowi menyatakan bahwa dirinya akan menjawab dilain waktu. Hal ini diketahui dari konferensi yang disiarkan di akun Youtube Sekretarian Presiden, dilihat, Jumat (10/2/2023).
Awalnya, konferensi pers yang dihadiri Ketua KPK Firli Bahuri, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan Menkopolhukam Mahfud MD itu membahas masalah hukum di Indonesia.
Namun, diakhir sesi, seorang wartawan bertanya tentang pengusutan tragedi Kanjuruhan.
"Soal Kanjuruhan Pak, ini setelah TGIPF menyerahkan laporan ke Bapak ini belum ada pernyataan lagi dari bapak terkait perkembangan kasus dan belum ada tersangka baru dari kasus ini," tanya wartawan.
Jokowi mengakhiri konferensi tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya akan jawab dilain waktu.
"Saya jawab lain waktu," ujar Jokowi disertai dengan tawa tipis.
Sontak pernyataan ini menimbukkan reaksi, salah satunya dari pemerhati politik, Rocky Gerung. Dalam cuitan twitternya, Rocky mengatakan bahwa pernyataan tersebut menunjukkan isi otaknya.
“Menunjukkan isi otak,” tegas Rocky merespon video konferensi pers.
Pernyataan Jokowi berbanding terbalik dengan sebelumnya. Pada Oktober 2022 lalu, Jokowi meminta agar pengungkapan tragedi Kanjuruhan harus lebih cepat dari sebulan.
Baca Juga: Belum Lama di Eropa, Shin Tae Yong Paksa Marcelino Ferdinan Balik Ke Indonesia
"Kan sudah disampaikan Menko Polhukam, beliau minta satu bulan. Tapi, saya minta secepat-cepatnya, karena ini 'barangnya kelihatan semua'," kata Jokowi saat berkunjung ke Malang, Rabu (5/10/2022). (*)