SuaraCianjur.Id- Pada hari Selasa, sebuah kamp pengungsi di Kota Jenin, Tepi Barat diserbu oleh pasukan Israel yang menewaskan enam pria bersenjata Palestina.
Diantara para korban, terdapat seorang pria bersenjata dari kelompok Hamas yang diduga terlibat dalam penembakan dua bersaudara dari sebuah permukiman Yahudi di dekat Desa Huwara.
Setelah para penghuni kamp melihat pasukan Israel keluar dari truk furnitur di dekat sebuah rumah di bukit yang menghadap ke tengah kamp, pertempuran pun terjadi.
Para pejuang segera menembak dan dalam baku tembak berikutnya, pasukan Israel mengepung sebuah rumah di mana terdapat pria bersenjata yang diduga menjadi tersangka.
Pria tersebut membarikade diri dengan pejuang lainnya di dalam rumah tersebut. Pasukan Israel menggunakan rudal yang ditembakkan dari bahu untuk menyerang gedung tersebut, demikian pernyataan dari militer.
Akibatnya, terjadi pertempuran yang sengit dan menimbulkan korban jiwa.
Dilansir dari Reuters, Abdel-Fattah Kharusha, anggota kelompok Islam Hamas, telah diidentifikasi oleh militer sebagai salah satu pria bersenjata yang terlibat dalam penyerangan di mana dua warga Israel ditembak mati di pos pemeriksaan dekat Desa Palestina Huwara di Tepi Barat yang diduduki pada tanggal 1 Februari.
Putra-putranya juga dilaporkan telah ditangkap oleh pasukan Israel dalam penggerebekan yang sama di Kota Nablus, pusat kegiatan militan lainnya.
Tidak ada tanda-tanda bahwa kekerasan akan mereda menjelang dimulainya bulan suci Ramadan dan festival Paskah Yahudi.
Baca Juga: PPATK Blokir Rekening Rafael Alun Terkait Dugaan Transaksi Tidak Wajar
Sejak awal tahun, lebih dari 70 warga Palestina, baik pejuang militan maupun warga sipil, telah dibunuh oleh pasukan Israel.
Pada saat yang sama, sejumlah serangan yang tampaknya tidak terkoordinasi oleh warga Palestina telah menewaskan 13 warga Israel dan seorang wanita Ukraina. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Reuters