cianjur

Sikap Perfeksionis Seorang Pemimpin Ternyata Berdampak pada Mental Karyawan

Suara Cianjur Suara.Com
Sabtu, 18 Maret 2023 | 18:07 WIB
Sikap Perfeksionis Seorang Pemimpin Ternyata Berdampak pada Mental Karyawan
Ilustrasi seorang bos yang perfeksionis. Ternyata perfeksionis dalam kepemimpinan berpengaruh pada mental karyawan (freepik.com))

SuaraCianjur.Id- Sebagai seorang bos, perfeksionis dan ambisius dalam mengerjakan pekerjaan dapat dianggap sebagai sifat positif yang membantu mencapai hasil yang baik. 

Namun, ketika perilaku tersebut berubah menjadi menuntut dan mempengaruhi kesehatan mental karyawan, perlu dilakukan refleksi dan tindakan untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan.

Studi dari Universitas Stanford menunjukkan bahwa bos yang perfeksionis dan menuntut dapat memicu stres pada karyawan. Stres yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental karyawan, seperti peningkatan risiko depresi, kecemasan, dan kelelahan.

Namun, tidak semua perfeksionis dan bos yang menuntut berdampak negatif pada kesehatan mental karyawan. 

Studi dari Universitas Michigan menunjukkan bahwa jika bos memberikan dukungan emosional dan karyawan merasa dihargai, karyawan akan merasa lebih termotivasi dan bahagia dalam bekerja.

Sebagai bos, penting untuk memahami bahwa mempunyai standar yang tinggi dan menuntut karyawan untuk mencapainya adalah hal yang baik. 

Namun, memastikan bahwa karyawan merasa didukung dan dihargai juga merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik karyawan.

Sebagai karyawan, penting untuk mengkomunikasikan dengan bos mengenai kekhawatiran atau stres yang Anda rasakan dan berbicara tentang harapan dan kebutuhan Anda. Jangan ragu untuk meminta dukungan jika diperlukan.

Ketika perfeksionisme dan keinginan untuk kesempurnaan mempengaruhi kesehatan mental dan fisik karyawan, perlu dilakukan tindakan untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan. 

Baca Juga: Pure Wrath, Proyek Solo Black Metal Pemuda Bekasi Buka Hari Pertama Hammersonic 2023

Dengan bekerja sama, bos dan karyawan dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. (*)

(*/Haekal)

Sumber: University of Stanford. (2016). Study finds perfectionism and high achievement can be a toxic combination.

University of Michigan. (2018). Study: Bosses who show empathy have more productive teams.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI