cianjur

Kamu Suka Sakit Rahang? Waspada Penyakit Ini, Bahaya!

Suara Cianjur Suara.Com
Minggu, 26 Maret 2023 | 09:20 WIB
Kamu Suka Sakit Rahang? Waspada Penyakit Ini, Bahaya!
Ilustrasi sakit rahang karena penyakit Temporomandibular, kenali gejala, penanganan hingga penyebab nya (Halodoc)

SuaraCianjur.Id- Temporomandibular Disorder (TMD) adalah gangguan pada sendi temporomandibular yang menghubungkan rahang dan tengkorak. 

TMD dapat menyebabkan nyeri pada rahang, sakit kepala, kesulitan dalam mengunyah dan membuka mulut, dan bahkan mempengaruhi postur tubuh seseorang. 

Gangguan ini biasanya terjadi pada wanita, orang dengan usia antara 20-40 tahun, dan mereka yang memiliki kebiasaan buruk seperti menggigit kuku atau mengunyah permen karet secara berlebihan.

Menurut buku "Temporomandibular Disorders: An Evidence-Based Approach to Diagnosis and Treatment" yang ditulis oleh Daniel M. Laskin dan Charles S. Greene, TMD adalah gangguan yang kompleks dan multidisipliner.

Penyebab TMD dapat berasal dari faktor mekanis, fungsional, psikologis, dan genetik. Karena kompleksitasnya, penanganan TMD memerlukan kolaborasi antara dokter gigi, ahli bedah maksilofasial, dan spesialis lain seperti ahli saraf dan psikolog.

Dalam upaya untuk mencegah TMD, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti menghindari kebiasaan buruk seperti menggigit kuku atau mengunyah permen karet secara berlebihan, menjaga postur tubuh yang baik, dan menghindari stres.

Jika seseorang mengalami gejala TMD, penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi atau ahli TMD untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berdasarkan informasi yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa Temporomandibular Disorder (TMD) adalah gangguan pada sendi temporomandibular yang kompleks dan multidisipliner. 

Penyebab TMD dapat berasal dari faktor mekanis, fungsional, psikologis, dan genetik. Faktor risiko TMD dapat meliputi maloklusi, kebiasaan buruk seperti menggigit kuku atau mengunyah permen karet secara berlebihan, dan tekanan psikologis. 

Baca Juga: Gairah FranCesco Bagnaia Terhadap Desmosedici GP 23 Modal Wujudkan Jadi Raja MotoGP 2023, Siap Menggila!

Stres juga dapat memperburuk TMD dengan menyebabkan perubahan postur tubuh, meningkatkan aktivitas otot rahang, dan mempengaruhi sensitivitas terhadap nyeri.

Penanganan TMD memerlukan kolaborasi antara dokter gigi, ahli bedah maksilofasial, dan spesialis lain seperti ahli saraf dan psikolog. 

Metode penanganan TMD dapat meliputi pemberian obat-obatan, terapi fisik, dan pembedahan. Namun, penting untuk mengetahui faktor penyebab TMD untuk dapat menangani gangguan tersebut dengan lebih efektif. 

Langkah-langkah pencegahan TMD meliputi menghindari kebiasaan buruk, menjaga postur tubuh yang baik, dan menghindari stres. 

Jika seseorang mengalami gejala TMD, penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi atau ahli TMD untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)

(*/Haekal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI