- Polisi berhasil menangkap tersangka asusila berinisial AS asal Ponpes Ndolo Kusumo, Pati, di wilayah Wonogiri setelah sempat buron.
- Tersangka menggunakan jasa travel dan menghindari perangkat komunikasi untuk menghilangkan jejak digital serta fisik selama masa pelariannya.
- Kini tersangka telah dibawa ke Mapolresta Pati guna menjalani pemeriksaan mendalam terkait kasus dugaan pencabulan terhadap santri tersebut.
Suara.com - Kasus dugaan tindakan asusila yang menyeret oknum pemuka agama dari Ponpes Ndolo Kusumo, berinisial AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki babak baru yang penuh drama.
Setelah sempat menghilang dan masuk dalam daftar pencarian orang, pelarian Kiai AS akhirnya terhenti di wilayah Wonogiri.
Penangkapan ini mengungkap fakta menarik mengenai cara tersangka berusaha mengelabui pihak kepolisian selama masa pelariannya yang terencana.
Upaya pelarian Kiai AS menjadi sorotan karena dinilai cukup cerdik dalam memanfaatkan celah pengawasan.
Tersangka menyadari bahwa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum yang bersifat massal seperti kereta api atau bus antarkota akan mempermudah polisi melacak keberadaannya melalui rekaman CCTV
jalanan (ETLE) maupun manifes penumpang resmi.
Oleh karena itu, ia memilih menggunakan jasa angkutan travel untuk berpindah kota.
Pilihan menggunakan jasa travel ini bukan tanpa alasan. Dengan menggunakan travel, tersangka bisa lebih fleksibel dalam menentukan titik penjemputan dan pemberhentian yang tidak terpantau oleh kamera pengawas di terminal atau stasiun besar.
Strategi ini sempat membuat pihak kepolisian harus bekerja ekstra keras untuk memetakan rute pelarian tersangka yang berpindah-pindah dari satu titik ke titik lainnya.
"Tersangka berusaha menghilangkan jejak dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi maupun alat komunikasi yang biasa digunakannya," ujar Kasat Reskrim Polresta Pati dalam keterangannya kepada media dikutip, Kamis (7/5/2026).
Hal ini menunjukkan adanya upaya sadar dari tersangka untuk memutus jejak digital dan fisik yang bisa mengarah pada lokasi persembunyiannya.
Selama di Wonogiri, Kiai AS dikabarkan berusaha membaur dan mencari tempat persembunyian yang jauh dari keramaian.
Namun, koordinasi intensif antara jajaran Satreskrim Polresta Pati dengan kepolisian setempat akhirnya membuahkan
hasil.
![Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/47770-kiai-ashari-dari-pondok-pesantren-di-pati-ditangkap-karena-kasus-pencabulan-terhadap-puluhan-santri.jpg)
Polisi berhasil mengendus keberadaan tersangka setelah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam dan pengumpulan informasi dari berbagai sumber di lapangan.
"Kami melakukan pelacakan secara intensif hingga akhirnya mendeteksi keberadaan tersangka di wilayah Wonogiri," tegas pihak kepolisian saat menjelaskan kronologi penangkapan.
Proses penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti, meskipun tersangka sempat terkejut karena lokasinya berhasil ditemukan oleh petugas yang sudah mengintai selama beberapa waktu.