SUARA CIANJUR – Persaingan sepak bola antara Indonesia dan Malaysia bukan hanya perkara timnasnya saja. Namun juga perihal kompetisi liga yang digulirkan.
Dalam aspek pelatih, ternyata klub-klub liga Malaysia masih banyak yang menggunakan pelatih lokal. Melansir dari akun Instagram @kandaboll, Kamis (13/4/2023), dari 12 tim yang berkompetisi, hanya 2 tim yang menggunakan pelatih asing, yaitu Johor Darul Takzim yang menggunakan pelatih asal Venezuela, Hector Bidoglio, dan Kuala Lumpur City FC yang menggunakan Bojan Hodak asal Kroasia.
Sisanya, semuanya menggunakan jasa pelatih lokal, seperti Tan Cheng Hoe yang melatih Selangor FC, Nafuzi Zain yang melatih Terengganu FC, Asri Ninggal yang latih Melaka United FC, Balachandran yang melatih Sarawak United, dan yang lainnya.
Hal ini tentu berbeda dengan Indonesia, dimana dari 18 klub yang bertanding di kompetisi BRI Liga 1, hanya 6 tim yang menggunakan pelatih lokal.
Adapun klub yang menggunakan pelatih lokal adalah Persebaya yang dilatih Aji Santoso, Bhayangkara FC yang dilatih Widodo C Putro, Dewa United yang dilatih oleh Nilmaizar, Persikabo 1973 yang dilatih oleh Djadjang Nurjaman, dan PSS Sleman yang dilatih Rahmad Darmawan.
Hal ini tentu seperti dua mata pisau, satunya bisa berdampak positif dalam meningkatkan kualitas kompetisi Liga 1, namun di sisi lain akan menghambat perkembangan pelatih lokal.
Meski demikian, para pelatih lokal harus belajar dan mengambil pengalaman dari beberapa pelatih asing yang sudah memiliki pengalaman internasional seperti Luis Milla dan Thomas Doll. (*)