SUARA CIANJUR - Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, peluang untuk Prabowo Subianto berpasangan dengan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 sangat besar, terutama setelah terjadinya pertemuan antara Prabowo dan Jusuf Kalla pada hari Selasa (2/5).
Ujang berpendapat bahwa dalam politik, tidak ada yang tidak mungkin, sehingga peluang tersebut memang dapat terjadi.
“Di politik itu serba mungkin, hanya kan berapa besar persentasenya,” imbuh Ujang.
Menurutnya, dalam politik, teman bisa menjadi musuh atau sebaliknya. Selain itu, masih belum ada kepastian mengenai posisi Anies Baswedan sebagai calon presiden dari Koalisi Perubahan.
“Jadi, saya melihat bisa saja kalau Anies tidak bisa jadi capres. Gagal jadi capres misalkan di Koalisi Perubahan, lalu menjadi cawapresnya Prabowo itu mungkin-mungkin saja dalam politik,” tutur Ujang.
Menurutnya, dalam dunia politik, selalu ada kemungkinan terjadi kejutan, termasuk pada Pilpres 2024. Oleh karena itu, sulit untuk memprediksi dengan pasti apa yang akan terjadi.
“Karena tadi, batasnya tipis, antara kawan dan lawan, begitu juga sebaliknya. Bisa hari ini jadi kawan, besok jadi lawan,” paparnya.
Dia menyatakan bahwa itu adalah suatu kemungkinan yang masuk akal jika Anies akhirnya menjadi calon wakil presiden Prabowo.
“Ketika Anies gagal jadi capres, batal jadi capres, ya sesuatu yang tidak mungkin (jadi cawapres), daripada Anies tidak dapat apa apa, misalkan jadi cawapresnya Pak Prabowo,” terang Ujang.
Ujang Komarudin mencatat bahwa Prabowo Subianto membutuhkan dukungan suara dari kalangan Islam, yang sekarang ada pada Anies Baswedan.
“Memungkinkan bisa terjadi Pak Prabowo butuh dukungan dari kelompok Islam juga, jadi ya kelompok Islam itu ada di baris dukungan Anies,” ungkap dia.
Ujang Komarudin mencatat bahwa Prabowo Subianto membutuhkan dukungan suara dari kalangan Islam, yang sekarang ada pada Anies Baswedan.
“Anies di daerah kan banyak pendukungnya, jadi walaupun mungkin saat ini Prabowo belum mau dipasangkan dengan Anies, tetapi kedepan bisa jadi. Di politik tidak ada yang tidak mungkin,” lanjutnya.
Ujang menilai bahwa pertemuan antara Prabowo dan JK kemungkinan besar dapat memicu terjadinya pasangan antara Prabowo dan Anies di Pilpres 2024.
Baginya, Anies tidak akan salah pilih jika memutuskan untuk menjadi cawapres Prabowo. Ujang juga berpendapat bahwa Prabowo membutuhkan dukungan dari kalangan Islam, yang dapat diwakili oleh Anies.