Mengenal Phantom Traffic, Kemacetan Tanpa Penyebab di Jalan Tol

Suara Cianjur | Suara.com

Kamis, 11 Mei 2023 | 15:52 WIB
Mengenal Phantom Traffic, Kemacetan Tanpa Penyebab di Jalan Tol
Keadaan ini menyebabkan lalu lintas di jalur bebas hambatan semakin melambat, dan inilah yang disebut sebagai phantom traffic. (ANTARA/Novrian Arbi)

SUARA CIANJUR - Seringkali, lalu lintas di jalan tol tidak selalu berjalan lancar, dan terkadang terjadi kemacetan di lajur kanan dan kiri yang membuat kecepatan kendaraan melambat. 

Dalam situasi seperti itu, setiap kendaraan menjaga jarak dengan mobil di depannya dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas.

Namun, jika ada satu kendaraan yang tiba-tiba melambat di depan, efek domino terjadi dan menyebabkan kemacetan merambat hingga ratusan meter ke belakang. Mobil di belakangnya juga ikut mengerem, dan hal ini berlanjut ke mobil-mobil di belakangnya.

Keadaan ini menyebabkan lalu lintas di jalur bebas hambatan semakin melambat, dan inilah yang disebut sebagai phantom traffic. 

Bahkan kondisi ini masih bisa terjadi meskipun mobil terdepan hanya menginjak rem sebentar dan kemudian melaju lagi dengan cepat. Jika mobil terdepan berhenti secara total, efek phantom traffic bisa menjadi lebih parah.

Phantom traffic sering kali disebabkan oleh perilaku pengemudi yang menempati jalur cepat atau lajur kanan tanpa alasan yang jelas dan melambatkan kendaraannya. 

Meskipun diberi isyarat dengan lampu atau klakson, pengemudi tersebut enggan berpindah dari lajur kanan ke lajur tengah.

Perilaku ini, yang dikenal sebagai lane hogger, sangat mengganggu dan berbahaya. Selain berpotensi menyebabkan phantom traffic, perilaku ini juga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan beruntun.

Disarankan untuk tidak melakukan tailgating atau mengekor dengan jarak yang sangat rapat saat kendaraan di depan melambat atau mengerem sesaat. Praktik ini justru dapat memperburuk efek kemacetan yang terjadi.

Menurut saran dari Science ABC, penting untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan belakang. Dengan demikian, jika ada situasi di mana kendaraan di depan melambat atau mengerem tiba-tiba, kita memiliki waktu yang cukup untuk merespons dengan mengerem secara perlahan.

Selanjutnya, sebaiknya beralih ke lajur kanan dan melanjutkan perjalanan tanpa mengikuti "jejak" kendaraan sebelumnya. Dengan cara ini, kita telah berkontribusi dalam mencegah kemacetan lalu lintas atau fenomena phantom traffic di jalur bebas hambatan. (*)

SUMBER: INSTAGRAM SEVA

(*/Haekal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Baca Baik-baik! Ini Aturan Baru Bima Arya Soal Lalu Lintas di Kota Bogor

Baca Baik-baik! Ini Aturan Baru Bima Arya Soal Lalu Lintas di Kota Bogor

Bogor | Kamis, 11 Mei 2023 | 12:56 WIB

Membasmi Kemacetan di Surabaya: Solusi yang Efektif dan Berkelanjutan!

Membasmi Kemacetan di Surabaya: Solusi yang Efektif dan Berkelanjutan!

Your Say | Kamis, 11 Mei 2023 | 10:35 WIB

Anak Kombes Abu Bakar Kabur Usai Tabrak MS Hingga Tewas, Kuasa Hukum Bantah

Anak Kombes Abu Bakar Kabur Usai Tabrak MS Hingga Tewas, Kuasa Hukum Bantah

News | Rabu, 10 Mei 2023 | 00:05 WIB

Terkini

Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun

Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun

Kalbar | Selasa, 28 April 2026 | 23:46 WIB

Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac

Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac

Kalbar | Selasa, 28 April 2026 | 23:40 WIB

Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah

Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah

Sumsel | Selasa, 28 April 2026 | 23:29 WIB

Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP

Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP

Jakarta | Selasa, 28 April 2026 | 23:27 WIB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jakarta | Selasa, 28 April 2026 | 23:08 WIB

Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi

Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi

Sumsel | Selasa, 28 April 2026 | 22:53 WIB

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:31 WIB

Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?

Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?

Sumsel | Selasa, 28 April 2026 | 22:31 WIB

Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui

Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui

Lampung | Selasa, 28 April 2026 | 22:09 WIB