"Sakit hati enggak pak Erick Thohir cari laba dengan kerja keras, tapi duitnya dihambur-hamburkan kementerian-kementrian itu tuh dengan belanja barang-barang unfaedah," tulis akun @suwI***.
"Juga rongsokan dengan membahayakan pilot-pilot pesawat tempur yang mahal biaya pendidikannya dan sulit menemukan calon-calon pilot yang memenuhi kualifikasi tinggi. Proyek-proyek mangkrak yang seharusnya bisa mencerdaskan anak bangsa," lanjutnya.
Komentar-komentar dari warganet tersebut mencerminkan berbagai pandangan dan pendapat terkait hasil keuntungan BUMN yang dikumpulkan.
Sebagian memberikan apresiasi, sementara yang lain mengajukan pertanyaan dan kritik terhadap penggunaan dana tersebut.
Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan BUMN serta perlunya dialog yang terbuka antara pihak-pihak terkait untuk menjawab pertanyaan dan merespon kritik dari masyarakat.(*)