OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 06 Mei 2026 | 09:12 WIB
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp22,26 miliar terhadap berbagai pihak yang melanggar aturan pasar modal pada April 2026.
  • Sepanjang tahun 2026, OJK telah mengenakan denda akumulatif sebesar Rp85,04 miliar kepada 97 pihak atas pelanggaran di pasar modal.
  • Jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh signifikan hingga mencapai 26,49 juta investor dengan nilai penggalangan dana Rp56,35 triliun.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperketat pengawasan di industri pasar modal Indonesia. Hal ini guna menjaga kepercayaan investor dan integritas pasar keuangan nasional. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dman Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa sepanjang April 2026, otoritas telah menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp22,26 miliar, terhadap berbagai pihak yang terbukti melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang pasar modal.

"Tindakan tegas berupa sanksi administratif OJK tersebut menyasar satu pengendali emiten, 12 direksi, dua komisaris, tiga emiten, tiga perusahaan efek, serta empat akuntan publik," katanya dalam paparan RDK yang dikutip dari Video OJK, Rabu (6/5/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perlindungan investor untuk memastikan seluruh pelaku industri patuh terhadap regulasi yang berlaku, demi menciptakan ekosistem investasi yang transparan dan akuntabel di tengah pertumbuhan ekonomi digital.

Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, OJK telah mengenakan sanksi atas pemeriksaan kasus di bidang pasar modal dengan total denda mencapai Rp85,04 miliar kepada 97 pihak.

"Selain denda finansial, otoritas juga memberikan sanksi berat lainnya, termasuk satu pencabutan izin, satu pembatalan STTD, enam pembekuan izin, tujuh peringatan tertulis, serta sembilan perintah tertulis," jelasnya.

Tak hanya terkait kasus pelanggaran berat, OJK juga menyoroti kedisiplinan pelaporan para pelaku pasar. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi [Suara.com/Rina A]
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi [Suara.com/Rina A]

Hingga periode yang sama, sanksi denda atas keterlambatan laporan telah mencapai Rp47,84 miliar yang dikenakan kepada 180 pihak. 

OJK juga melayangkan 57 sanksi peringatan tertulis atas keterlambatan tersebut, ditambah 62 sanksi peringatan tertulis untuk pelanggaran non-kasus lainnya.

baca juga

Di tengah penegakan hukum yang masif, tren positif justru terlihat dari sisi partisipasi publik. 

Jumlah investor di pasar modal dalam negeri melanjutkan tren peningkatan yang signifikan dengan penambahan 1,74 juta investor baru hanya dalam kurun waktu satu bulan pada April 2026.

 Perkembangan ini mendorong jumlah investor secara tahunan (year-to-date) tumbuh sebesar 30,06 persen menjadi total 26,49 juta investor.

Sektor pasar modal domestik juga terus membuktikan perannya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi korporasi. 

Tercatat, nilai penggalangan dana (fundraising) oleh korporasi telah menyentuh angka Rp56,35 triliun hingga April 2026. 

Angka tersebut berasal dari satu Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), satu Penawaran Umum Terbatas (PUT), serta puluhan Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).

Optimisme terhadap prospek pasar modal 2026, semakin kuat dengan adanya 71 rencana penawaran umum dalam pipeline yang memiliki nilai indikatif mencapai Rp49,84 triliun.

"Diharapkan aktivitas IPO dan instrumen investasi lainnya dapat terus berkembang secara sehat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:04 WIB

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 12:25 WIB

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:37 WIB

OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan

OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:51 WIB

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 08:48 WIB

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:41 WIB

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

Sadap Prabowo, Perjalanan Karier Listyo di Istana Cuma Bertahan 33 Hari hingga Jadi Tersangka

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:31 WIB

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Ramai Kasus Penyadapan HP Prabowo oleh Listyo Sigit, Ini Cara Cek HP Anda Disadap atau Tidak

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 08:29 WIB

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Review Blossoms of Power: Dua Hati yang Terikat dalam Konflik Kerajaan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:20 WIB

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

×